Dedi Mulyadi dan Erick Thohir Sepakat Hidupkan Sepak Bola Akar Rumput Lewat Liga 4 dan SSB di Jawa Barat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan dirinya bersama Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir tengah mematangkan rencana besar untuk membangkitkan geliat Sepak Bola dari akar rumput di Jawa Barat.
Keduanya menggelar pertemuan penting di Gedung Pakuan, Bandung, dengan agenda utama pengembangan Sekolah Sepak Bola (SSB) dan penyelenggaraan Liga 4 mulai Agustus 2025 mendatang.
“Kami (sepakat) akan mendirikan SSB. Kemudian pada Agustus akan dimulai Kompetisi Divisi 4 Piala Bupati dan Walikota Se-Jabar antar klub daerah. Harapannya geliat Sepak Bola dari akar rumput, terutama di Jawa Barat, kembali hidup,” ungkap Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Gedung Pakuan, dikutip dari ANTARA.
Liga 4 sendiri merupakan kompetisi resmi yang digelar oleh Asosiasi Provinsi PSSI. Di tingkat provinsi, Liga 4 menjadi ajang unjuk gigi bagi klub-klub amatir tanpa batasan jumlah tim. Format kompetisi bisa berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing Asprov.
Klub-klub terbaik dari kompetisi provinsi nantinya berhak melaju ke babak nasional, dan delapan tim terbaik dari fase ini berhak promosi ke liga di atasnya.
Meski begitu, Dedi belum membeberkan secara rinci lokasi pendirian SSB maupun siapa pihak yang akan membangun fasilitas tersebut—apakah oleh pemerintah, pihak swasta, atau hasil kerja sama berbagai pihak.
Pertemuan antara Dedi dan Erick tidak hanya membahas Sepak Bola, namun juga menyentuh isu strategis lain yakni pengelolaan kehutanan dan perkebunan.
Keduanya menyepakati pentingnya optimalisasi lahan milik BUMN seperti Perhutani dan PTPN agar lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain adalah mengembalikan kawasan yang telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan produktif, menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi wilayah dan potensi karbon, hingga pemanfaatan lahan untuk relokasi warga terdampak bencana.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


