Kritik Jadi Bahan Introspeksi, Dedi Mulyadi Sebut Konsekuensi Pemimpin
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengaku kritikan jadi bahan introspeksi dirinya sebagai pemimpin
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjadikan kritik sebagai bahan introspeksi dan diakuinya konsekuensi sebagai seorang pemimpin.
Menurutnya, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang pemimpin yang aktivitasnya selalu berada dalam pengawasan publik.
“Terima kasih telah mengingatkan dan mengoreksi. Semoga itu menjadi panduan bagi hidup saya untuk tetap mawas diri,” ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Jumat (7/8/2026).
Baginya, eksposur tinggi di media sosial membuat seorang pemimpin harus siap menghadapi berbagai respons publik, termasuk komentar bernada negatif. Ia menilai kritik, sindiran, hingga hujatan merupakan konsekuensi yang melekat pada jabatan publik.
Bahkan, Dedi mengaku telah lama terbiasa menghadapi berbagai serangan personal sejak terjun ke dunia politik.
“Saya sudah terbiasa dengan berbagai sindiran, cacian, hinaan, bahkan sampai menuju ke arah fitnah. Karena itu risiko seorang pemimpin yang eksis di media sosial. Jadi harus siap dengan berbagai konsekuensi,” ucapnya.
Dedi juga membantah anggapan, jika jabatan telah mengubah dirinya. Ia menegaskan prinsip hidup yang dipegang tetap sama sejak awal berkarier sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, hingga kini menjabat Gubernur Jawa Barat.
Karier politik yang membawanya menjadi Wakil Bupati, Bupati, anggota DPR RI, hingga gubernur disebut tidak mengubah karakter maupun cara pandangnya dalam menjalani kehidupan.
“Saya tidak pernah berubah begini saja. Yang berubah hanya satu, dulu punya istri, sekarang enggak. Itu saja,” candanya.
Terlepas dari banyaknya kritikan yang tertuju kepadanya, Dedi tetap mengajak masyarakat konsisten memanfaatkan media sosial secara produktif. Ia berharap, ruang digital tidak hanya menjadi arena kritik, tetapi juga wadah untuk melahirkan kreativitas dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Selamat ya, kita sekarang berteman. Semoga abang-abang semua dalam keadaan sehat dan terus kreatif demi kebaikan kita dalam menjalankan hidup, baik bermedia sosial, bermasyarakat maupun bernegara,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


