Dedi Mulyadi Larang Study Tour, Pengamat Pendidikan: Jangan Digeneralisir Semua Study Tour Salah
Pengamat Pendidikan dan juga Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menyayangkan sikap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang pelaksanaan study tour.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pengamat Pendidikan dan juga Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menyayangkan sikap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang pelaksanaan study tour.
Cecep mengatakan, sikap Dedi melarang study tour dengan dalih memberatkan orangtua siswa, maupun lainnya, tidak tepat.
Seperti kata pepatah lanjut Cecep, 'untuk membunuh tikus tidak harus membakar lumbung'. Demikian pula soal study tour, yang menurutnya harus jangan langsung dilarang total.
"Dari sisi ide, kita hargai. Cuma gubernur juga tidak boleh pukul rata. Jangan digeneralisir bahwa semua study tour salah," ujat Cecep saat dihubungi INILAH, Selasa 25 Maret 2025.
Dia menambahkan, harus ada ketentuan yang jelas bagi sekolah, untuk membawa siswanya ke luar sekolah dengan embel-embel study tour.
Bila tujuannya bukan bagian dari pendidikan kata Cecep, seperti jalan-jalan. Hal tersebut boleh saja dilarang oleh pemerintah.
Namun, bila tujuannya murni untuk pendalaman mengenai studi para siswa, baik itu harus berpergian di wilayah Jabar maupun luar, sebaiknya kata dia dipersilakan.
"study tour boleh dilarang jika memberatkan, di ada-ada kan. Kalau misal sekolahnya mampu, tidak memberatkan, kemudian memang study tour dalam bidang studi tertentu untuk pendalaman, izinkan saja asal sesuai aturan," ucapnya.
"Tapi jika sudah memberatkan, di-ada-ada kan, itu bukan study tour namanya. Itu dilarang. Jadi diatur, mana yang dibolehkan mana yang dilarang. Diatur sedetail mungkin," imbuhnya.
Cecep pun meminta, agar Dedi tidak gagal paham dalam memaknai study tour. Sehingga dalam membuat kebijakan, tidak berdampak buruk bagi pendidikan.
"study tour yang benar, memang bagian dari proses pembelajaran. Ketika siswa butuh penjelasan yang tidak hanya di kelas tapi juga luar kelas. study tour untuk melihat suatu studi mata pelajaran tertentu. Jadi bukan piknik. Beda dengan tour," jelasnya.
study tour yang benar juga kata dia, tidak harus satu sekolah berpergian ke satu wilayah. Prinsipnya, study tour adalah perjalanan ke suatu tempat untuk mendalami suatu mata pelajaran bagi siswa.
"Jadi sesuai kebutuhan. Kalau memang tidak perlu, ya enggak perlu. Hanya yang perlu aja, jangan di ada-adakan," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

