Jelang Liburan Sekolah, Dedi Mulyadi Tetap Larang Study Tour

Masa liburan sekolah sudah di depan mata. Liburan panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kurang dari sebulan lagi.

Jelang Liburan Sekolah, Dedi Mulyadi Tetap Larang Study Tour
Jelang liburan sekolah di Desember 2025 kelak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menegaskan larangan kegiatan study tour yang kerap dilakukan sekolah. Ia menilai aktivitas tersebut tidak lagi relevan dan tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebagian besar keluarga. (ilustrasi)

INILAHKORAN, Bandung - Masa liburan sekolah sudah di depan mata. Liburan panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kurang dari sebulan lagi.

Jelang liburan sekolah di Desember 2025 kelak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menegaskan larangan kegiatan study tour yang kerap dilakukan sekolah. Ia menilai aktivitas tersebut tidak lagi relevan dan tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebagian besar keluarga.

"Tetap kita yang namanya study tour yang memobilisasi siswa yang di dalamnya melakukan wisata kita tetap akan kita larang," ujar Dedi, dikutip Kamis 20 November 2025.

Dedi menjelaskan, larangan tersebut bertujuan melindungi orangtua dari biaya tambahan yang tidak penting, terutama di tengah situasi ekonomi yang masih menekan.

"Karena itu bisa terbukti hari ini biaya kehidupan orangtua mengalami penurunan. Artinya akhirnya pertumbuhan ekonomi masyarakat juga semakin baik," ucapnya.

Dia juga membantah anggapan, bahwa larangan study tour berdampak negatif pada pariwisata Jawa Barat. Ia menyebut, data justru menunjukkan peningkatan signifikan kunjungan wisata dalam lima tahun terakhir.

"Kemudian yang berikutnya adalah ternyata tingkat kunjungan para wisata di Jawa Barat paling tinggi dalam lima tahun terakhir. Jadi enggak ada kaitan dengan bahwa study tour menurunkan ke pariwisata," tegasnya.

Menurutnya, arus wisata lintas daerah justru semakin tinggi setelah kebijakan tersebut diberlakukan.

"Jadi bisa dilihat lah, lalu habis dari berbagai daerah masuk ke Jawa Barat paling sangat tinggi," katanya.

Sebelumnya, larangan study tour merupakan bagian dari kebijakan yang Dedi umumkan pada Juli 2025 lalu, yang juga mencakup pelarangan acara perpisahan atau wisuda bagi SMA dan SMK. Kebijakan ini diambil karena banyak orangtua terjerat utang bank gelap hingga pinjaman online demi membayar kegiatan sekolah.

"Sebenarnya itu strategi saya, untuk menekan agar masyarakat Jabar tidak lagi pinjam untuk atas nama sekolah," ungkapnya. 


Editor : Doni Ramdhani