Ogah Restui Study Tour, Dedi Mulyadi Minta Pelaku Jasa Pariwisata Jangan Andalkan Siswa
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap pada komitmennya untuk melarang wisata berbalut study tour.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap pada komitmennya untuk melarang wisata berbalut study tour.
Dedi Mulyadi mengatakan, andai terjadi penurunan jumlah pariwisata, tetap tidak diperkenankan mengandalkan siswa sekolah sebagai objek utama pariwisata. Tetapi, kata dia, harus dibenahi manajemen kapariwisataannya.
"Infrastrukturnya kita perbaiki, daerah-daerah yang menjadi tempat kunjungan kita, wisatanya kita benahi, enggak boleh ada parkir liar mahal, parkir liar tiket yang berdobel-dobel. Nah ini kan yang harus segera dan kemudian juga enggak boleh lagi orang berkunjung ke warung, kemudian digetok nah ini kan kebiasaan di kita," ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri Muswil ke 6 DPW PKS Jabar di Kabupaten Bandung, Minggu 24 Agustus 2025.
Target dia, ke depan kunjungan wisata ke Jabar tidak hanya sebatas wisatawan lokal asal Jawa Barat dan DKI Jakarta, tetapi juga dari daerah lainnya untuk masuk ke Jabar.
"Untuk itu, volume bisa ditingkatkan dengan cara apa? Dengan cara mengelola seluruh sumber daya alam yang dimiliki dengan baik dikelola dan memiliki efek kepariwisataan," ucapnya.
Sebelumnya Dedi telah bertemu dengan pelaku jasa pariwisata dalam rangka audiensi, terkait larangan study tour yang tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor 45/PK.03.03/KESRA/2025.
Dia menegaskan, dalam pertemuan tersebut Pemprov Jabar tetap berkomitmen melarang adanya aktivitas study tour di sekolah.
Editor : Doni Ramdhani

