Dedi Mulyadi Pacu Kawasan Industri Subang Smartpolitan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik, bahwa kawasan industri Subang Smartpolitan yang sebelumnya diasumsikan masuk dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tidak terbukti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik, bahwa kawasan industri Subang Smartpolitan yang sebelumnya diasumsikan masuk dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tidak terbukti.
Sebab itu, dirinya bersama Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik mendatangi Kementerian Pertanian, Senin 8 September 2025 dengan harapan dapat mengakselerasi pembangunan Subang Smartpolitan.
"Semoga kawasan industri Subang Smartpolitan cepat tumbuh dan orang pada kerja, karena orang ke saya nagih terus 'Kang Dedi kasih pekerjaan' jarang yang minta kasih jodoh," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Senin 8 September 2025.
Selain itu, pada pekan terakhir September 2025 ini, pihaknya juga akan melakukan penyerahan sertifikat keahlian bagi 4.500 tenaga kerja, yang bakal ditempatkan di kawasan industri Subang Smartpolitan.
"Dan dalam minggu ini, mungkin minggu terakhir bulan September kami akan melakukan penyerahan sertifikat kepada 4.500 tenaga kerja terampil yang siap bekerja di kawasan industri Kabupaten Subang," ucapnya.
Sementara, Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik mengatakan kedatangan mereka ke Kementerian Pertanian yakni untuk menyelaraskan administrasi mengenai tata ruang dan delineasi ketahanan pangan yang ada di Jawa Barat.
Dimana sebelumnya kawasan Subang Smartpolitan disebut-sebut bersinggungan dengan kawasan LP2B.
"Setelah kita cek, ternyata di Perda kita RTRW Provinsi Jawa Barat dan RTRW Kabupaten Subang delineasi ini tidak masuk di dalam kawasan LP2B," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

