Dedi Mulyadi Pasang Target Ambisius, Bekasi Harus Bebas Banjir

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan target besar bagi Kota Bekasi, yakni terbebas dari banjir.

Dedi Mulyadi Pasang Target Ambisius, Bekasi Harus Bebas Banjir
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan target besar bagi Kota Bekasi, yakni terbebas dari banjir. /INILAHKORAN-Yuliantono

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan target besar bagi Kota Bekasi, yakni terbebas dari banjir. Pesan itu ia sampaikan langsung kepada pemerintah kota saat menghadiri rapat paripurna peringatan hari jadi Bekasi ke-29.

Dalam sambutannya Dedi mengatakan, saat ini sejumlah perubahan positif mulai terlihat di kota penyangga Jakarta tersebut. Kondisi lingkungan dinilai semakin tertata, ruang terbuka hijau bertambah, dan keberadaan bangunan liar mulai berkurang. Upaya pengendalian banjir pun mulai menunjukkan hasil melalui pembangunan polder atau embung sebagai penampung air.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak cepat merasa puas dengan capaian tersebut. Menurutnya, pekerjaan besar masih menanti, terutama dalam memastikan Bekasi benar-benar terbebas dari ancaman banjir tahunan.

"Target saya, Bekasi bebas banjir. Tidak boleh lagi beralasan itu urusan BBWS, Kementerian PU dan pusat, bukan lagi berbicara soal kewenangan terus. Sudah saja, kita bereskan dengan Jabar. Kita sinkronkan anggaran," ujar Dedi dikutip Rabu 11 Maret 2026.

Selain persoalan banjir, Dedi juga menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dalam menyelesaikan persoalan sosial. Ia meminta pemerintah kota bekerja bersama Pemprov Jawa Barat serta daerah sekitar untuk menekan angka kemiskinan sekaligus memperbaiki kualitas pendidikan masyarakat.

Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi. Ia berharap dukungan Pemprov dapat mempercepat proses tukar guling aset antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, terutama untuk kepentingan proyek pengendalian banjir.

Tri menjelaskan, saat ini pemerintah kota telah membangun tiga polder di sejumlah titik sebagai langkah mengurangi genangan air. Namun rencana pembangunan tanggul kerap terkendala persoalan batas wilayah administratif.

"Rencana pembangunan tanggul terkadang terkendala batas wilayah sehingga kami berharap ada pelepasan aset agar bisa segera kami kerjakan," ucapnya.

Sisi lain, pemerintah kota juga tengah menyiapkan pembangunan infrastruktur transportasi baru berupa flyover di kawasan Bulak Kapal. Proyek tersebut kini memasuki tahap pembebasan lahan dan diharapkan tahap awal konstruksi dapat dimulai tahun ini dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain pembangunan fisik, Pemkot Bekasi juga melaporkan capaian di sektor pendidikan. Hingga saat ini, sebanyak 21.536 siswa jenjang SD dan SMP telah menerima bantuan beasiswa dari pemerintah daerah.

Untuk tingkat perguruan tinggi, pemerintah kota telah membantu biaya pendidikan bagi 1.470 mahasiswa. Pada tahun ini, jumlah penerima bantuan ditargetkan meningkat menjadi 1.500 mahasiswa.***


Editor : JakaPermana