Dedi Mulyadi Siapkan Revitalisasi Jalan Desa di Jabar, Ini Targetnya
Pemprov Jabar siapkan program revitalisasi jalan desa untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan perekonomian desa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan program besar revitalisasi jalan desa, untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menggagas pembenahan jalan poros desa, agar terhubung langsung dengan jaringan jalan kabupaten/kota hingga jalan provinsi. Melalui konsep ini, kualitas jalan di desa diharapkan setara dengan infrastruktur jalan di level yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat desa (DPMD) Jawa Barat, Ade Afriandi menjelaskan, program tersebut dirancang untuk memastikan konektivitas jalan dari desa menuju pusat aktivitas ekonomi berjalan mulus tanpa hambatan.
Menurutnya, Pemprov Jabar tetap fokus memperbaiki jalan milik provinsi, sementara pemerintah kabupaten/kota dan desa juga melakukan pembangunan di wilayah masing-masing. Namun, Pemprov akan ikut membantu memastikan jalur yang saling terhubung itu memiliki kualitas yang baik.
"Jadi dari desa itu ada konektivitas ke jalan kabupaten atau jalan provinsi. Itu include, sekaligus dibangun. (Data) sudah kami berikan ke Bina Marga (Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar)," kata Ade kepada INILAHKORAN.ID, Senin 9 Maret 2026.
Berdasarkan data spasial dari aplikasi Tapal desa, jalan desa yang telah diserahkan kepada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, total panjang jaringan jalan desa diperkirakan mencapai sekitar tiga juta kilometer.
"Asumsi (perbaikan) tiga juta kilometer itu, Rp3 triliun," ungkapnya.
Ade menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan desa yang terhubung dengan jalan provinsi maupun kabupaten/kota tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
"Kebutuhan Rp3 triliun kalau dipenuhi satu kali kan bisa dibangun sekaligus. Tapi kondisi (fiskal) kan tidak memungkinkan," ucapnya.
Menurut Ade, konsep pembangunan jalan poros desa ini memiliki dampak yang luas. Ketika satu desa mendapatkan bantuan perbaikan jalan, desa lain yang berada pada jalur penghubung juga akan ikut merasakan manfaat pembangunan tersebut.
Ia mencontohkan desa Pangauban di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, yang dinobatkan sebagai desa berkinerja terbaik atau Pinunjul Kahiji dalam Anugerah Gapura Sri Baduga. desa tersebut akan memperoleh bantuan perbaikan jalan dari Pemprov Jabar.
Namun dalam implementasinya, pembangunan tidak hanya difokuskan pada jalan di desa Pangauban, melainkan juga pada desa-desa lain yang menjadi jalur penghubung menuju wilayah tersebut.
"Dengan konsep jalan poros, akhirnya dua desa (penghubung desa Pangauban) akan terbangun juga jalannya. Sehingga ke Pangauban itu mulus. Makanya desa yang menjadi perlintasan sebelum ke Pangauban juga akan terbawa, terbangun. Itu kelebihannya," kata Ade.
Untuk pelaksanaan pembangunan pada 2026, penentuan lokasi perbaikan sepenuhnya akan ditetapkan berdasarkan skala prioritas oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat.
Meski demikian, Ade memastikan program revitalisasi jalan poros desa akan terus berjalan secara bertahap hingga konektivitas jalan di seluruh wilayah Jawa Barat benar-benar terintegrasi.
"Artinya koneksi itu benar-benar tersambung dengan kondisi (kualitas jalan) yang sama. Jadi harapan Pak Gubernur, kualitasnya (jalan desa) sama dengan jalan provinsi, kabupaten, kota yang dibangun. Istilahnya pakai jalan poros," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

