Dedi Mulyadi Soroti Ketimpangan Pendapatan ASN Fungsional dan Struktural
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyoroti adanya ketimpangan pendapatan antara ASN fungsional dan struktural.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyoroti adanya ketimpangan pendapatan antara ASN fungsional dan struktural.
Dedi mengatakan, ASN dengan posisi fungsional cenderung mendapatkan penghasilan lebih kecil ketimbang struktural.
Padahal ASN di fungsional memiliki risiko jauh lebih besar terhadap pekerjaannya, ketimbang struktural.
"Makanya saya minta ke Kepala BKD (Dedi Sopandi) evaluasi. Pegawai provinsi banyak yang tidak memilih menjadi struktural, karena bertanggungjawab pada pekerjaan. Dikomplain masyarakat, ku gubernur di polototan unggal poe. Dia milih jabatan fungsional. Nu gawe na eweuh (struktural) gaji na gede. Pan teu eling negara teh," ujar Dedi di Masjid Raya Al Jabbar, baru-baru ini.
Sebab itu, dia berharap regulasi akan ketentuan pendapatan antara ASN fungsional dan struktural diubah, menyesuaikan risiko dan tanggung jawab.
Sehingga ada keadilan bagi pegawai pemerintah, berdasarkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dari pekerjaan mereka.
"Ini harus dibenerin. Kalau hambatannya di KemenPAN/RB, saya mau lapor. Kenapa? Saya tidak terima pegawai provinsi yang tidak kerja, tunjangannya puluhan juta. Sedangkan yang berisiko, kecil tunjangannya," kata Dedi.
Editor : Doni Ramdhani

