Dedie Rachim Ajak Pelajar Bersihkan Kali Cipakancilan, Soroti Sampah Popok di Sungai
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama ratusan pelajar dan masyarakat menggelar aksi bersih-bersih Kali Cipakancilan di sepanjang Jalan Paledang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama ratusan pelajar dan masyarakat menggelar aksi bersih-bersih kali Cipakancilan di sepanjang Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (21/7/2026). Selain membersihkan sungai, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon dan penataan kawasan Paledang hingga Simpang Lapas Kelas IIA Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan kegiatan tersebut melibatkan pelajar dari sekolah negeri maupun swasta, termasuk siswa BPK Penabur, sebagai bagian dari edukasi menjaga lingkungan sejak dini.
"Ada ratusan orang yang terlibat, khususnya pelajar sekitar 100 orang. Program penanaman pohon ini juga akan terus disosialisasikan ke sekolah-sekolah lain, termasuk sekolah swasta," ujar Dedie.
Menurutnya, keterlibatan para pelajar diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan kelestarian lingkungan.
Kawasan Paledang Akan Ditata
Dedie menjelaskan, aksi bersih sungai menjadi bagian dari penataan kawasan setelah pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang. Pemkot Bogor akan melanjutkan penataan di kawasan Jalan M.A. Salmun, Kapten Muslihat, Mayor Oking, hingga Jalan Paledang agar lebih tertata dan nyaman.
"Kawasan ini akan kami tata supaya lebih cantik lagi. Ini merupakan salah satu kawasan padat dengan jalur KRL tersibuk di Indonesia sehingga perlu disesuaikan dengan perubahan di sekitar stasiun," katanya.
Sampah Popok Jadi Sorotan
Dalam kesempatan itu, Dedie juga mengapresiasi warga bernama Uya yang selama hampir 15 tahun secara sukarela mengumpulkan dan memilah sampah dari Kali Cipakancilan.
Menurut Dedie, dari berbagai jenis sampah yang ditemukan, popok sekali pakai (pampers) menjadi limbah yang paling banyak mencemari aliran sungai.
"Yang paling menyedihkan dan paling banyak kami jumpai adalah pampers. Saya mengimbau para orang tua agar tidak membuang pampers ke sungai maupun saluran air karena sangat mencemari lingkungan," tegasnya.
Dedie menambahkan, Pemkot Bogor juga akan mendukung program "Muliakan Sungai" yang diinisiasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
Selain itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan dukungan kepada Uya agar tetap semangat menjalankan aktivitas sosialnya.
"Mengumpulkan sampah itu butuh tenaga, apalagi usia Pak Uya sudah 70 tahun. Kami ingin beliau tetap semangat karena jasanya sangat besar bagi lingkungan," pungkas Dedie.***
Editor : JakaPermana

