DEEP: Rakyak Skeptis Terhadap Performa Wakilnya di DPRD Kabupaten Bogor
Deep melakukan survei performa DPRD Kabupaten Bogor. Hasilnya, masyarakat di enam daerah pemilihan masih sangat skeptis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Democrazy Electoral Empowerment Partnership (DEEP) melakukan survei performa DPRD Kabupaten Bogor. Hasilnya, masyarakat di enam daerah pemilihan masih sangat skeptis terhadap para wakil rakyat.
"Hasil survei DEEP, masyarakat di seluruh (Dapil) masih sangat skeptis terhadap anggota DPRD di dapilnya masing-masing. Hal itu sangat terlihat pada komponen tingkat popularitas, intensitas komunikasi, tingkat kebermanfaatan dan kelayakan dicalonkan kembali masih tinggi peresentasi kontranya," kata Direktur DEEP Yusfitriadi, Selasa 2 November 2021.
Ia menambahkan, kontra kelayakan dicalonkan kembalinya anggota DPRD Kabupaten Bogor saat ini, bahkan ada yang di atas 50 persen.
Baca Juga: Diskusi DEEP: Indonesia Menuju Otokrasi?
"Walaupun para anggota DPRD Kabupaten Bogor sudah lebih dari dua tahun menjabat, ternyata masih banyak masyarakat di dapil yang tidak kenal wakilnya dan tidak merasakan manfaat dari keberadaan wakil rakyat yang menjabat saat ini. Hingga pada akhirnya kebanyakan masyarakat tidak mau memilih anggota DPRD tersebut," tambahnya.
Yusfitriadi menuturkan, dari persentasi keempat variabel tersebut misalnya bagi anggota dewan yang dikenal cukup luas di masyarakat, sudah bisa dipastikan tingkat komunikasi, tingkat kebermanfaatannya dan tingkat kembali dicalonkan sangat tinggi persentasinya.
"Hasil survei kami, nama-nama DPRD Kabupaten Bogor yang berpeluang dipilih kembali ialah Rudy Susmanto, Beben Suhendar, Wawan Hikal Kurdi, Aan Triana Almuharrom, Sutisna, dan Lukmanul Hakim," tutur Yusfitriadi.
Dari belasan partai politik yang meraih kursi di DPRD Kabupaten Bogor, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, PKS dan PPP tingkat elaktabilitas atau kepopulerannya terbilang kurang.
Baca Juga: Ini Temuan DEEP Soal Pelanggaran Pemilu 2019
"Yang paling menarik itu PPP, walaupun Bupati Bogor Ade Yasin dari partai berlogo Kabah tersebut, ternyata anggota legislatifnya mempunya performa yang buruk. Paling tinggi cuma 4 persen yaitu Pusni. Yang lainnya di bawah itu. Bahkan sebagian besar anggota legislatifnya tidak masuk ke dalam 20 besar persentasenya. Oleh karena itu hasil survei ini perlu menjadi catatan tebal baik bagi Bupati maupun Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Halimah Yasin," jelas Yusfiriadi.
Mantan Rektor STKIP Muhammadiyah Bogor ini menambahkan, dari hasil survei tersebut mempertlihatkan paling tinggi persentasi performa anggota legislatif tidak sampai 50 persen. Bahkan paling rendah hanya 4 persen dari 20 org yang ditulis.
"35 orang DPRD Kabupaten Bogor lainnya semuanya di bawah 4 persen. Sehingga performa DPRD Kabupaten bogor masih belum bergeser dari survei sebelumnya, yakni benilai merah atau kurang baik," tambah Yusfitriadi.
Ia melanjutkan, dari hasil survei juga muncul tokoh-tokoh yang diusulkan oleh masyarakat di masing-masing Dapil, seperti Maryono di Dapil 3, Pepi Januar Pelita di Dapil 4, Dadun Abdurrozak di Dapil 5 dan 22 orang lainnya.
"Saya berharap hasil survei ini bisa menjadi salah satu rujukan baik bagi anggota legislatif sendiri untuk memperbaik kinerjanya pada 3 tahun ke depan. Begitu pun bagi partai politik untuk mulai mempertimbangan dalam pencalonan kader mereka di tahun 2024 mendatang," lanjutnya.***(reza zurifwan)
Editor : inilahkoran


