Di mana Langit yang Dilewati Rasullullah SAW Saat Isra Miraj? Simak Penjelasan dari Buya Yahya
Dalam kisah Isra Miraj, dikatakan bahwa perjalanan Rasulullah SAW menuju langit ketujuh. Lantas langit manakah yang dilewati Rasulullah?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Peristiwa Isra Miraj yang dilakukan Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu mukjizat yang diberikan Allah SWT.
Perjalanan Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh tersebut merupakan peristiwa di mana beliau mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.
Dalam kisah Isra Miraj, dikatakan bahwa perjalanan Rasulullah SAW menuju langit ketujuh dilakukan dalam waktu satu malam saja.
Baca Juga: Bagikan 100 Ribu Masker Gratis, BNPB Sebut Cimahi Kota Istimewa
Lantas langit-langit manakah yang dilewati Rasulullah saat melakukan perjalanan Isra Miraj? Begini penjelasan Buya Yahya.
Buya Yahya menyampaikan bahwa pada hakekatnya langit merupakan sesuatu yang ghoib dan hanya Allah SWT yang tahu.
"Karena langit itu ghoib dan diarahkan ke atas, pada hakekatnya (yang kita lihat) itu bukan langit itu hanya warna, lalu digambarkan diberi warna langit warna biru langit, langit ghoib hanya Allah yang tahu," ujar Buya Yahya dikutip Inilahkoran dari YouTube Al Bahjah TV, Minggu 26 Februari 2022.
Buya Yahya menjelaskan meski Rasulullah mencapai langit ketujuh, bukan berarti tempat tersebut merupakan tempat Allah berada.
"Karena langit terus diarahkan ke atas ke atas, ada yang namanya Sidratul Muntaha dan bukan tempat Allah, Allah tidak mempunyai tempat. Jadi langit adalah ghoib," tuturnya.
Selain itu, dalam kisah Isra Miraj yang disebut bahwa Rasulullah SAW mencapai langit ketujuh, Buya Yahya menyampaikan hal itu hanya Allah yang mengetahui.
Baca Juga: Begini Hukum Membeli Baju Lebaran, Buya Yahya: Hati-Hati Bisa Jadi Haram!
"Kita tidak tahu, kita hanya dengar berita bahwasannya Allah punya langit-langit, langit 1 langit 2 seperti kisah isra miraj, nabi Muhammad masuk langit pertama, langit kedua kemudian seterusnya sampai Sidratul Muntaha," tutur Buya Yahya.
"Kita yakini saja, tapi bukan itu, ada langit harus kita percayai Wallahualam Bissawab," imbuhnya.***
Editor : inilahkoran

