Di Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten, Ketua KPU KBB Sebut Partisipasi Pemilih Turun 4 Persen
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat (KPU KBB) mulai melaksanakan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten Bandung Barat pada Pemilu 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat (KPU KBB) mulai melaksanakan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten Bandung Barat pada Pemilu 2024.
KPU KBB menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten tersebut berdasarkan tahapan PKPU Nomor 5 Tahun 2024 di mana rekapitulasi di tingkat kabupaten itu dijadwalkan dari tanggal 17 Februari 2024 hingga 1 Maret 2024.
"Dari rentang waktu itu kita mengambil tanggal 29 Februari dan mudah-mudahan selesai di tanggal 1 Maret 2024," kata Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman di Jalan Kolonel Masturi No 69, Lembang, KBB, Kamis 29 Februari 2024.
Ripqi menjelaskan, pihaknya mengambil pelaksanaan di tanggal 29 Februari 2024 lantaran memang pelaksanaan pleno di tingkat PPK sudah rampung dilaksanakan.
"Dengan begitu, kita bisa mengambil tahapan selanjutnya untuk melakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten," jelasnya.
Disinggung terkait adanya gugatan atau sengketa pada Pemilu 2024 ini, Ripqi mengakui sejauh ini dirinya belum mengetahui lantaran hal itu merupakan kewenangan dari Bawaslu KBN.
"Tapi yang jelas tahapan rekapitulasi di tingkat PPK, kemudian di tingkat KPU KBB kita harapkan berjalan lancar," ujarnya.
Ripqi menilai, pelaksanaan rekapitulasi fi tingkat PPK berjalan dengan baik dan lancar. Sebab, yang tadinya diperkirakan rampung pada tanggal 28 Februari 2024 ternyata selesai pada tanggal 26 Februari 2024.
"Namun, untuk partisipasi masyarakat sendiri memang setelah kita hitung itu diangka 82 persen masyarakat yang hadir di TPS," ujarnya.
Ripqi tak memungkiri ada penurunan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 ini sebanyak 4 persen dibandingkan dengan Pemilu 2019 di mana partisipasi masyarakat saat itu mencapai 86 persen.
"Memang 2019, partisipasi masyarakat sampai 86 persen. Kita mengkaji mengapa bisa terjadi penurunan sampai 4 persen," ungkapnya.
Menurutnya, adanya penurunan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di KBB lantaran faktor cuaca di mana pada 14 Februari 2024 atau hari H pencoblosan terjadi hujan lebat.
"Saya pikir semua tahu, kondisi cuaca di bulan Februari. Tepatnya pada 14 Februari 2024 pagi-pagi hujan, mungkin itu salah satunya faktor alam," tuturnya.
Disinggung terkait apakah ada pemotongan honor KPPS, Ripqi menyebut, pihaknya belum mendengar adanya pemotongan anggaran yang dilakukan PPS.
"Semuanya berjalan dengan lancar, honor KPPS semua disalurkan sesuai dengan ketentuan dan belum ada laporan ke kami terkait dengan potongan anggaran yang dikeluarkan KPU ke KPPS," tandasnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

