Di Tengah Rumor Kencan dengan Winter aespa, Netizen Ungkap Kepribadian Bermasalah Jungkook BTS
Netizen ungkap kepribadian bermasalah Jungkook BTS di tengah rumor kencan dengan Winter aespa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini Kepribadian Jungkook BTS tengah disorot di tengah Rumor Kencan dengan Winter aespa.
Sebuah utas daring viral yang menuduh Jungkook BTS memiliki "Kepribadian Bermasalah" beredar luas sementara Rumor Kencan yang melibatkan Winter aespa terus mendominasi platform media sosial global.
"Apakah BTS hanya punya member yang Bermasalah? Jungkook, sebagai salah satu idol paling Bermasalah, kontroversial, dan aneh sepanjang masa, adalah benang merah yang sangat penting," kata netizen tersebut.
Pada Juni 2025, Jungkook BTS memicu kontroversi setelah terlihat mengenakan topi bertuliskan "Make Tokyo Great Again".
Frasa tersebut menuai kecaman karena mengandung nuansa politis dan dianggap tidak sensitif.
Jungkook BTS kemudian mengeluarkan permintaan maaf, mengakui insiden tersebut dan mengungkapkan penyesalan atas kurangnya kehati-hatiannya.
Dengan dugaan hubungan yang memicu sorotan tajam, utas tersebut mengumpulkan daftar panjang perilaku yang menurut pembuat postingan asli (OP) mencerminkan karakter Jungkook BTS secara negatif.
Kompilasi ini mencakup kontroversi masa lalu, klip yang muncul kembali, interaksi dengan rekan kerja, dan komentar yang dia buat selama siaran langsung, banyak di antaranya telah memicu perdebatan sengit di antara penggemar dan non-penggemar.
Menurut OP, salah satu poin kritik utama adalah pilihan kolaborator Jungkook BTS saat debut solonya.
Postingan tersebut menuduh bahwa Jungkook BTS bekerja secara eksklusif dengan artis-artis yang secara terbuka mendukung Israel, seperti Latto, Justin Timberlake, Jack Harlow, David Guetta, David Stewart, dan Usher, yang menunjukkan bahwa hal ini "mengungkapkan banyak hal tentang nilai-nilainya."
Kritikus juga menyoroti hubungan profesional dan pribadi Jungkook BTS yang telah lama terjalin dengan Scooter Braun, sosok yang sering dikaitkan dengan kontroversi industri.
Utas tersebut juga menyebutkan kedekatan Jungkook BTS yang berkelanjutan dengan teman penarinya, Jake, yang sebelumnya dituduh netizen melontarkan lelucon seksual terhadap ARMY, mengejek Palestina, dan menepis kritik yang mencapnya sebagai seorang Zionis.
Meskipun mendapat kecaman, OP menunjukkan bahwa Jungkook BTS masih berinteraksi dengan Jake "seperti saudara".
Klip lain yang muncul kembali dan dirujuk dalam utas tersebut menunjukkan Jungkook BTS bercanda tentang warna kulit RM, membandingkannya dengan "telur cokelat", yang oleh beberapa penonton disebut sebagai pewarna.
Penulis utama juga mengklaim Jungkook BTS secara terbuka menikmati manhwa misoginis dan vulgar yang berisi penggambaran anak di bawah umur, karakter lansia, dan orang-orang yang mirip idola perempuan yang mengganggu sebuah poin yang memicu kembali kritik terhadap konsumsi medianya.
Klaim lainnya termasuk Jungkook BTS yang diduga menyarankan bahwa mencuci piring adalah tugas untuk wanita, mengatakan dia akan menjadi "ibu rumah tangga yang baik" hanya karena dia mencuci piring.
Jungkook BTS berulang kali memicu dinamika penggemar-idola parasosial; dan membuat pernyataan yang dipertanyakan selama siaran langsung, seperti mengatakan "usia hanyalah angka," bertanya kepada pemirsa apakah mereka ingin "memandikannya," dan menyebut ARMY sebagai "satu-satunya pacarnya."
"Bagi Jungkook, mencuci piring di rumah hanya dilakukan perempuan. Kenapa dia bilang dia akan menjadi ibu rumah tangga yang baik hanya karena dia yang mencuci piring? Bagiku, ini misogini," tutur netizen.
"Bukan rahasia lagi kalau Jungkook suka memperkeruh hubungan tak sehat antara idola dan penggemar.
Jungkook mengatakan di siaran langsung bahwa usia hanyalah angka. Jungkook bertanya kepada penggemar apakah mereka mau memandikannya.
Jungkook mengatakan bahwa ARMY adalah satu-satunya pacarnya," jelas netizen tersebut.
Meskipun beberapa netizen menganggap klip dan pernyataan ini sebagai tanda bahaya, banyak yang lain berpendapat bahwa utas viral tersebut sangat mendistorsi konteks, mengandung terjemahan yang salah tafsir, atau mengandalkan insiden lama yang sudah dibahas.
Para pendukung mengklaim utas tersebut dikurasi untuk menggambarkan Jungkook BTS secara tidak adil, terutama di tengah meningkatnya perhatian seputar Rumor Kencan Winter aespa.
Situasi ini mencerminkan kontroversi serupa yang melibatkan V, ketika kompilasi perilaku yang diduga “Bermasalah” menjadi viral selama gelombang pengawasan publik terhadapnya.
Seiring dengan makin intensifnya diskusi, topik ini terus memecah belah komunitas daring dengan perdebatan yang tidak hanya berpusat pada tindakan Jungkook BTS, tetapi juga pada etika dan motif di balik unggahan tuduhan viral tersebut.***
Editor : Irma Nurfajri


