Didi Riswandi Ungkap Strategi BPBD Kota Bandung Hadapi Bencana 2026

BPBD Kota Bandung Didi Riswandi menyebut pada tahun ini pihaknya akan fokus pada penghijauan serta penguatan bangunan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Didi Riswandi Ungkap Strategi BPBD Kota Bandung Hadapi Bencana 2026
Tidak hanya penghijauan, BPBD juga akan melakukan retrofitting atau penguatan bangunan yang dinyatakan tidak tahan gempa. Terutama di kawasan padat yang banyak rumahnya terlihat tanpa tulangan. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Riswandi menyebut pada tahun ini pihaknya akan fokus pada penghijauan, penguatan bangunan dan peningkatan kapasitas masyarakat serta aparat dalam menghadapi bencana.

“Tahun ini, fokus kami kepada program penghijauan sebagai upaya mitigasi longsor dan banjir. Program ini akan terus berjalan, terutama saat musim hujan. Mudah-mudahan musim kemarau juga kemarau basah, sehingga tanaman tetap terjaga,” kata Didi Ruswandi, Sabtu 31 Januari 2026.

Tidak hanya penghijauan, BPBD juga akan melakukan retrofitting atau penguatan bangunan yang dinyatakan tidak tahan gempa. Terutama di kawasan padat yang banyak rumahnya terlihat tanpa tulangan. 

“Kita ingin supaya rumah-rumah itu bisa kuat saat ada gempa. Retrofitting menjadi salah satu fokus mitigasi bencana kita,” ucapnya.

Di bidang edukasi, BPBD menghadirkan inovasi yang menggabungkan hiburan dan informasi. Pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April mendatang, warga akan disuguhi video mapping interaktif.

“Kita ingin menayangkan edukasi, tapi dengan hiburan. Jadi masyarakat bisa belajar sekaligus terhibur. Rencananya akan dipasang di dinding balai kota,” ujar dia.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan simulasi bencana setingkat RW untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. “Nanti akan ada simulasi evakuasi mandiri setingkat RW, seperti yang dulu kita lakukan di Sekeloa,” jelasnya.

Hal lainnya, dituturkan Didi adalah peningkatan kapasitas aparat turut menjadi fokus. Simulasi sistem komando penanggulangan bencana daerah, akan menguji kerja tim SAR, manajemen logistik, dapur umum dan tim medis.

“Kalau simulasi masyarakat fokus pada kesiapsiagaan, simulasi aparat lebih pada manajemen bencana secara terpadu bagaimana tim SAR bekerja, logistik berjalan hingga medis siap. Dengan rangkaian program ini, kami berharap warga Kota Bandung lebih siap menghadapi bencana. Baik dari sisi lingkungan, bangunan maupun kesiapsiagaan individu dan aparat," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani