Diduga Sindir Pernyataan Bahlil Soal Raja Jawa, Mahfud MD: Sultan HB Tidak Bengis dan Tak Menakutkan

Bukan hanya netizen, mantan Menteri  Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD yang diduga menyindir pernyataan Bahlil soal Raja Jawa.

Diduga Sindir Pernyataan Bahlil Soal Raja Jawa, Mahfud MD: Sultan HB Tidak Bengis dan Tak Menakutkan

INILAHKORAN, Bandung - Belum lama ini pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia soal Raja Jawa menjadi perbincangan publik di media sosial.

Bukan hanya netizen, mantan Menteri  Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD yang diduga menyindir pernyataan Bahlil soal Raja Jawa.

Dalam unggahan terbarunya di media sosial X, Mahfud MD mengungkapkan bahwa kekuasaan politik Raja Jawa kini sudah tidak ada lagi. Namun, dari segi kultural, peran Raja Jawa masih tetap ada.

Menurut Mahfud MD, Sultan Hamengkubuwono (HB) X, meskipun diakui oleh sebagian masyarakat sebagai raja, perannya kini lebih bersifat kultural daripada politik.

"Scr politik Raja Jawa itu tdk ada lagi. Tp scr kultural Raja Jawa msh ada.
Misalnya Sultan HB X oleh sebagian rakyat masih disebut raja, tapi hny sbg raja kultural, pemelihara budaya Jawa," tulis Mahfud MD.

Mahfud MD kemudian mengatakan bahwa Sultan HB X dikenal sebagai pelindung dan pemelihara budaya Jawa, dan tidak memiliki sifat bengis atau menakutkan. Sebaliknya, Sultan HB X dianggap sebagai sosok yang santun dan dekat dengan rakyatnya.

"Namun Sultan HB ini tdk bengis dan tdk menakutkan, sebaliknya Sang Raja santun DAN merakyat," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bahlil melontarkan pernyataan tentang 'Raja Jawa' dan mewanti-wanti para kader Golkar.

Mulanya, Bahlil meminta agar kader Partai Golkar menjadi pendukung utama pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, karena pemerintahan tersebut merupakan kelanjutan dari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. 

"Karena itu pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai kelanjutan dari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, jadi kita harus lebih paten lagi," ujar Bahlil.

Kemudian, Bahlil juga mengingatkan agar para kader tetap mengikuti perintah dan kehendak 'Raja Jawa'.

Meskipun demikian, Bahlil tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dengan sebutan 'Raja Jawa' tersebut.

"Soalnya Raja Jawa ini kalau kita main-main celaka kita,” kata Bahlil.


Editor : Firda Rachmawati