Dihantui Jejak Cedera

GAKUTO Natsuda bakal melakoni Piala Presiden 2026 dengan hati yang terbelah. Harapan melawan ketakutan.

Dihantui Jejak Cedera
GAKUTO Natsuda bakal melakoni Piala Presiden 2026 dengan hati yang terbelah.

Oleh: Muhammad Ginanjar 

Notsuda mengakui misi di ajang pramusim, itu hanyalah untuk lebih menyatu dengan skuat Maung Bandung. Maklum, dia jadi satu dari sederet nama baru di tim asuhan Igor Tolic untuk kompetisi musim 2026/2027.

Namun ada satu hal yang membuat gelandang asal Jepang itu diselimuti rasa khawatir. Dia sempat mengalami cedera saat membela BG Pathum United pada laga-laga terakhir musim 2025/2026.

Meski enggan menjelaskan secara rinci jenis cedera yang dialaminya, ia memastikan kondisinya kini terus menunjukkan perkembangan positif. Termasuk dengan kebugarannya.

“Pelatih fisik (Karlo Reinholz) berkomunikasi dengan baik sambil meningkatkan kondisi saya,” ujar Notsuda usai menjalani latihan di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Kamis (23/7).

Pemain yang akan mengenakan nomor punggung 17 di Persib ini mengaku berkeinginan untuk bisa terlibat di pertandingan Piala Presiden 2026 dengan kondisi tanpa cedera.

“Dan saya sendiri ingin terus meningkatkan kondisi saya, menyembuhkan cedera dengan baik, dan bisa bermain sepanjang musim,” harapnya.

Terlebih, lanjutnya, Persib akan menjalani banyak pertandingan di musim 2026/2027. Setelah Piala Presiden 2026, tim berjulukan Maung Bandung ini akan menjalani Super League yang merupakan Liga 1 Indonesia.

Selain itu, Persib tampil di dua kompetisi Asia yakni AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship Shopee Cup. Lalu Pangeran Biru akan tampil League Cup meski langsung menembus babak perempat final.

“Tentunya ada kesempatan untuk bermain. Saya ingin memberikan yang terbaik untuk tim di setiap pertandingan, berkontribusi agar tim bisa mendapatkan hasil yang baik, dan bersama para suporter, dengan cara apapun, saya ingin bekerja keras agar kita bisa naik ke atas dan bersukacita bersama,” tegasnya.

Adaptasi Mudah Sementara itu, Notsuda blak-blakan soal perasaannya setelah sepekan bergabung dengan Persib.

Pesepak bola 32 tahun ini mengaku merasakan kebahagiaan. Pasalnya kehadirannya di Persib mendapatkan sambutan yang sangat hangat  “Rekan satu tim, staf pelatih, hingga para pendukung, semuanya menyambut saya dengan sangat hangat. Karena itu, saya merasa bisa menjalani sesi latihan dengan sangat luar biasa di sini,” ungkapnya.

Mengenai komunikasi, pemain yang sebelumnya membela BG Pathum United di Liga 1 Thailand ini mengakui bahasa Inggris menjadi hal yang utama digunakan.

“Sejujurnya, saya sendiri belum sepenuhnya menguasai bahasa Inggris dan masih dalam tahap belajar. Tapi, karena semua orang di sini sangat ramah saat mengajak bicara, saya merasa komunikasi dalam bahasa Inggris sejauh ini berjalan dengan cukup baik,” tuturnya.

Karena itu, Notsuda memastikan sejauh ini tidak mengalami kendala meski Persib merupakan tim pertama yang dibelanya di Liga Indonesia.

“Semua pemain di sini sangat baik dan ramah kepada saya. Hal itu membuat saya merasa sangat mudah untuk beradaptasi. Semuanya menunjukkan sikap yang bersahabat dan sangat membantu,” tegasnya.

Notsuda bisa bermain di enam posisi berbeda. Mulai dari fullback kiri, gelandang kiri, sayap kiri, gelandang serang, gelandang bertahan, dan gelandang tengah.

Sebelum bermain di Liga Thailand bersama BG Pathum, Notsuda malang melintang di Liga kasta tertinggi Jepang yakni J1 League dengan bermain di beberapa klub elit seperti Vegalta Sendai, Shimizu S-Pulse, hingga Ventrofet Kofu.

Karir cemerlangnya terjadi ketika membela Sanfrece Hiroshima lantaran berhasil mempersembahkan tiga gelar juara liga Jepang pada 2012, 2013, dan 2015. Bersama klub kota kelahirannya tersebut, Gakuto bermain dalam 216 pertandingan dengan torehan 23 gol dan 33 asis.

Tidak hanya di klub, Notsuda kerap terpanggil terpanggil Timnas Jepang di berbagai usia. Mulai dari level U-19, U-21, U-23, hingga senior. Tiga penampilan ia catatkan bersama di level senior sejak debut pada 2014. (bsf)


Editor : Inilahkoran