Dikawal Aparat Bersenjata, Kejari Karawang Segel Kantor PT BAS

Kejari Karawang menggeledah dan menyegel PT BAS terkait kucuran dana kredit perumahan dari BTN

Dikawal Aparat Bersenjata, Kejari Karawang Segel Kantor PT BAS
Tim penyidik Kejari Karawang didampingi aparat bersenjata saat menyegel kantor PT BAS di Bekasi Timur, Jumat (22/5/2026). Nila Kusuma

INILAHKORAN.ID - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang kembali melakukan penggeledahan sekaligus penyegelan kantor PT Bumi Arta Sedayu (BAS) yang mendapat kucuran kredit kepemilikan rumah dari BTN

Dalam penggeledahan itu penyidik menyita puluhan dokumen yang dimasukan kedalam satu kardus. Usai penggeledahan kantor PT. BAS langsung disegel oleh penyidik.

Ketua Tim Penerangan Hukum, Kejari Karawang, Sigit Muharam, mengatakan penggeledahan dan penyegelan dilakukan sejak Jumat (22/5/26) sore hingga pukul 21.00.WIB malam. 

penggeledahan dan penyegelan dilakukan di Gedung CSG yang merupakan kantor pusat PT. BAS di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

"Kami melakukan penggeledahan di Gedung CSG di Bekasi, Jawa Barat. Setelah kami menemukan bukti gedung SCG ini merupakan kantor pusat PT. BAS langsung kami segel," kata Sigit.

Menurut Sigit PT BAS merupakan perusahaan perumahan yang menerima kucuran kredit ratusan milyar dari BTN dan membangun proyek perumahan Citra Swarna Grande (CSN) dan perumahan Kartika Residen. PT. BAS sendiri berkantor pusat di gedung CSN. Dalam penggeledahan di gedung CSN penyidik menemukan bukti jika gedung tersebut dijadikan kantor pusat PT. BAS.

Setelah melakukan penyegelan di gedung CSN penyidik kemudian menyisir lokasi lain disejumlah rumah di jalan Rawalumbu, kota Bekasi. Penyidik masuk ke rumah saksi dan melakukan penggeledahan. Sejumlah alat bukti seperti dokumen yang terkait dengan BTN langsung diamankan dan disimpan didalam kardus. 
"Semua dokumen kita simpan dalam satu kardus dan kami bawa semuanya ke kantor," katanya.

Sigit mengatakan penggeledahan yang dilakukan penyidik untuk memperkuat alat bukti yang sudah ada. Hasil penggeledahan itu penyidik menemukan alat bukti yang mendukung alat bukti sebelumnya. Bahkan dari hasil penggeledahan itu jumlah saksi jadi bertambah dari 90 orang saksi menjadi 104 orang saksi.

"Ada penambahan 14 orang saksi dalam kasus ini. Kami masih melakukan pengembangan terus," katanya.  Nilakusuma

Aparat bersenjata laras panjang mengawal penyegelan kantor PT. Bumi Arta Sedayu


Editor : Ahmad Sayuti