Dinas PUPR Perlebar Lajur Kiri Jalan Simpang Turunan Warung Jambu

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor melakukan pelebaran lajur kiri jalan turunan lampu merah Warung Jambu, Kecamatan Bogor Utara, untuk mengatasi penumpukan kendaraan. 

Dinas PUPR Perlebar Lajur Kiri Jalan Simpang Turunan Warung Jambu
Kabid Pemeliharaan dan Kebinamargaan DPUPR Kota Bogor Agus Sobari memaparkan, pelebaran ini merupakan tindak lanjut atas usulan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor setelah dilakukan peninjauan terhadap kondisi lalu lintas di Simpang Warung Jambu. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor melakukan pelebaran lajur kiri jalan turunan lampu merah Warung Jambu, Kecamatan Bogor Utara, untuk mengatasi penumpukan kendaraan. 

Kabid Pemeliharaan dan Kebinamargaan DPUPR Kota Bogor Agus Sobari memaparkan, pelebaran ini merupakan tindak lanjut atas usulan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor setelah dilakukan peninjauan terhadap kondisi lalu lintas di Simpang Warung Jambu

Agus memaparkan, berdasarkan hasil evaluasi, arus kendaraan dari kaki simpang jalan Achmad Adnawijaya kerap terhambat karena bercampurnya kendaraan yang bergerak lurus, belok kanan dan belok kiri, sehingga menimbulkan antrean panjang. Solusi utama yang saat ini dilaksanakan adalah pembuatan lajur belok kiri langsung yang dimulai dari area U-Turn hingga mendekati mulut simpang.

"Pelebaran lajur belok kiri dilakukan dengan memanfaatkan trotoar eksisting yang diubah menjadi badan jalan. Sementara untuk pejalan kaki, trotoar baru akan dipindahkan dan dibangun di atas saluran drainase," kata Agus, Selasa 16 Desember 2025.

Agus menyebutkan, panjang pelebaran lajur jalan tersebut mencapai sekitar 145 meter dengan lebar bervariasi antara 1,4 meter hingga 2 meter. Trotoar baru nantinya akan dibangun di atas saluran dengan lebar sekitar 1,5 meter.

"Jadi, tujuan utama pekerjaan ini untuk meningkatkan kapasitas jalan dan kemudahan pergerakan kendaraan, khususnya dari arah Taman Corat-Corat menuju jalan Pajajaran. Dengan adanya lajur belok kiri langsung, kendaraan dari arah tersebut tidak lagi tertahan oleh arus lurus maupun belok kanan," bebernya.

Agus menerangkan, proyek pelebaran ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025. Untuk meminimalkan dampak kemacetan selama proses pengerjaan, sebagian besar pekerjaan dilakukan pada malam hari.

"Target pengecoran jalan selesai minggu ini. Pekerjaan penggalian dan pengecoran dijadwalkan pada malam hari, mulai pukul 22.00 WIB hingga pagi, agar tidak mengganggu lalu lintas pada siang hari," terangnya.

Agus menjelaskan, pelaksanaan proyek sempat terkendala keberadaan utilitas di lokasi pekerjaan. Saat ini, koordinasi dengan sejumlah penyedia utilitas tengah dilakukan untuk memindahkan tiang dan jaringan yang berada di area pelebaran.

"Di lokasi ada sekitar enam titik kumpulan tiang yang harus dipindahkan. Proses pemindahan tiang dan penyesuaian utilitas lainnya sedang berjalan. Setelah itu, pekerjaan perapian akan dilanjutkan hingga penyerahan pekerjaan," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani