Dinkes Ingatkan Warga Kota Bogor Waspada Superflu, Ini Langkah Pencegahannya
Menindaklanjuti imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar masyarakat waspada superflu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memperkuat langkah kewaspadaan dini melalui pemantauan tren kasus pneumonia dan influenza like illness atau ILI.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menindaklanjuti imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar masyarakat waspada superflu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memperkuat langkah kewaspadaan dini melalui pemantauan tren kasus pneumonia dan influenza like illness atau ILI.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bogor Bai Kusnadi menuturkan, pihaknya mengimbau seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk segera melapor apabila ditemukan kluster penyakit infeksi saluran pernapasan.
Pihaknya memantau tren kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dan meminta unit pelapor segera melaporkan apabila ditemukan kluster.
"Selain pemantauan, kami melakukan koordinasi dengan Kemenkes dan Dinkes Provinsi Jawa Barat terkait perkembangan kasus influenza A H3N2. Upaya promosi kesehatan mengenai pencegahan influenza pun terus dilakukan melalui media sosial dan fasilitas pelayanan kesehatan," ungkapnya.
Bai mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Cukup istirahat, rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menggunakan masker saat merasa tidak enak badan serta mempertimbangkan vaksin influenza bagi kelompok rentan.
"Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit apabila mengalami gejala influenza. Jika terjadi kondisi kedaruratan, masyarakat dapat menghubungi layanan PSC Gesit Dinas Kesehatan Kota Bogor melalui nomor 119," jelasnya.
Sebelumnya, Kemenkes menegaskan superflu bukan merupakan penyakit baru melainkan istilah populer untuk lonjakan kasus influenza dengan tingkat penularan yang lebih cepat.
Selain itu, Kemenkes memastikan virus influenza tipe A H3N2 telah terdeteksi di Indonesia. Virus ini menyebabkan gejala yang umumnya mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan, namun pada kelompok rentan gejala dapat berlangsung lebih berat.
Editor : Doni Ramdhani


