INILAHKORAN, Bogor - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mematangkan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diberbagai tingkatan sekolah pasca pandemi Covid-19 varian omicron.
Untuk persiapan Sarana dan Prasarana (Sarpras) sudah dilakukan pengecekan serta perbaikan, akan tetapi yang menjadi acuan untuk PTM adalah status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Bogor terbaru, apakah masih berada level 2 atau kembali ke level 3.
"Sekolah wilayah Kota Bogor tengah mempersiapkan rencana membuka kembali PTM di berbagai tingkatan sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat. Setelah dinyatakan siap, kami melaporkannya ke Wali Kota Bogor yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Covid-19," ungkap Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi kepada wartawan pada Senin (14/3/2022).
Hanafi melanjutkan, melihat data kasus positif Covid-19 Kota Bogor yang angka penambahan kasusnya perhari sudah dibawah 100 orang serta kesiapan sekolah menggelar PTM, kemungkinan besar Kota Bogor akan menerapkan PTM Terbatas dengan kapasitas 50 persen terlebih dahulu.
"Kami sembari bertahap menuju PTM 100 persen, akan dicoba 25 persen, kemudian 50 persen," terangnya.
Hanafi menjelaskan, untuk lamanya jam belajar, kurang lebih 3 jam maksimal. Saat ini Kota Bogor sudah berada di PPKM level 2 sehingga memungkinkan untuk PTM 50 persen.
"Sambil menunggu kebijakan Satgas Covid-19, kami buat Surat Edaran (SE) kepada sekolah-sekolah, SMP, SD dan lainnya, untuk mempersiapkan kembali PTM. Ya untuk persiapan teknis sarana-prasarana protokol kesehatan (prokes). Sebab, beberapa sarpras prokes di sekolah ada yang mulai rusak," jelasnya.
Hanafi menekankan, untuk persiapan kali ini tidak memerlukan simulasi seperti PTM beberapa waktu lalu. Tetapi tetap mereka membuat penyampaian kepada tim satgas Covid-19 Kota Bogor dengan prosedur yang ada.
"Kalau kami.harus verifikasi ulang dan sebagainya, tentu akan lama. Yang jelas, kami memberikan SE, persiapkan dan sebagainya," terangnya.
Hanafi menjabarkan, beberapa daerah sudah kembali PTM, seperti Depok dan DKI Jakarta. Ia pun berencana mengambil kebijakan serupa lantaran Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dirasa punya banyak kendala. Nanti menyesuaikan lagi, apakah sepakati misalnya kelas 1, 2, 3 SD juga boleh. Kan mereka belum pernah ke sekolah sejak awal pandemi Covid-19 Kota Bogor. Sebab, pada kebijakan PTM Terbatas beberapa waktu lalu, yang dibuka hanya kelas 4, 5 dan 6 SD. Plus tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat.
"Nanti kami atur persiapannya, proses saat itu sudah ada verifikasi faktual ke lapangan dan lainnya. Nanti cukup kami buatkan SE kepada sekolah untuk mempersiapkan itu. Sekolah saat ini sudah punya sarpras Prokes, sehingga tinggal perbaikan serta mengingatkan skenario dan sebagainya untuk pelaksanaan PTM. Termasuk Satgas Covid-19 di sekolah," pungkasnya. (rizki mauludi)***