Dishub Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sebelum Pembangunan Underpass Awal Maret

Dishub Kota Cimahi akan melakukan rekayasa lalu lintas saat pembangunan underpass dan flyover untuk menghindari kemacetan

Dishub Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sebelum Pembangunan Underpass Awal Maret
Dishub Kota Cimahi akan melakukan rekayasa lalu lintas saat pembangunan underpass dan flyover. (Agus Satia Negara)

INILAHKORAN.ID – Tidak hanya fokus pada kawasan Sukimun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi telah menyusun skema rekayasa lalu lintas berskala kota.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat pembangunan proyek infrastruktur yang bakal berjalan mulai awal Maret mendatang. 
 
"Kita mengalihkan kendaraan besar dari kawasan Gedung Empat menuju Jalan Sriwijaya ke arah selatan hingga kawasan Dustira. Sedangkan kendaraan kecil bisa melewati Lapang Rajawali lalu masuk Jalan Rajawali menuju Pasirkumeli," Kepala Dinas Perhubungan Cimahi, Endang, Jumat 13 Februari 2026.
 
Endang menjelaskan, jalur alternatif tersebut bakal semakin strategis lantaran tahun ini juga direncanakan dilanjutkannya pembangunan flyover Pusdikpom yang akan menghubungkan sisi utara dan selatan rel kereta api, dari Pasirkumeli hingga kawasan Pusdikpal. 

"Kebetulan tahun ini pembangunan flyover Pusdikpom akan berjalan lagi," ucapnya.
 
Selain itu, ungkap Endang, kendaraan juga bakal dialihkan ke Jalan Bapak Ampi sebelum kembali masuk Jalan Gatot Subroto dan akses tol. 

Kendati demikian, rekayasa ini tidak hanya mengandalkan perubahan jalur, tetapi juga penguatan pengawasan langsung di lapangan.
 
"Ini adalah salah satu rencana yang akan kami laksanakan. Selain rekayasa lalu lintas akan ada tambahan personel di titik-titik yang diprediksi jadi kemacetan," ungkapnya. 

"Kami juga akan siapkan rambu-rambu portable dan personel gabungan dari Dishub dan kepolisian untuk memastikan kelancaran lalu lintas," jelasnya.
 
Sementara untuk kawasan permukiman seperti Jalan Sukimun, Dishub bakal bekerja sama dengan unsur kewilayahan. 

"Kami akan berkoordinasi dengan kelurahan, RT/RW, dan menurunkan personel seperti Linmas untuk membantu mengurai kemacetan sekitar lokasi pembangunan underpass," ujarnya.
 
Kemudian, kendaraan vital seperti angkutan umum, logistik, dan kedaruratan akan mendapatkan perlakuan khusus dan prioritas penanganan dari petugas. 

"Kita sudah siapkan jalur khusus, dan untuk wilayah selatan akan melalui Jalan Sriwijaya dengan penanganan prioritas jika diperlukan," katanya.
 
Sebelumnya, sejumlah angkutan umum yang biasanya melintas Jalan Gatot Subroto dan menyeberang rel kereta api akan tetap diarahkan ke tujuan yang sama melalui jalur alternatif. 

"Jika Jalan Sriwijaya padat, sebagian akan dialihkan melalui Jalan Rajawali–Pasirkumeli," jelasnya.
 
Berdasarkan informasi dari Dinas Bina Marga Provinsi dan DPUPR Cimahi, pembangunan underpass direncanakan mulai awal Maret. 

"Kami sudah siap untuk melaksanakan semua hal terkait rekayasa arus lalu lintas di wilayah Jalan Gatot Subroto, termasuk memasang rambu-rambu tambahan di titik strategis sebagai panduan masyarakat selama masa penutupan," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti