Underpass Gatot Subroto-Baros Segera Dilelang, Jadi Solusi Kemacetan
Pembangunan Underpass Gatot Subroto- Baros resmi memasuki tahap lelang setelah proses pembebasan lahan rampung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Progres pembangunan Underpass di ruas Jalan Gatot Subroto hingga Baros semakin mendekati realisasi setelah dirancang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pasalnya, proyek tersebut kini resmi memasuki tahap pelelangan yang menjadi penentu awal pelaksanaan konstruksi.
Setelah proses penunjukan kontraktor dan penyelesaian dokumen kontrak rampung, pekerjaan fisik di lokasi akan segera dimulai, menandai titik balik bagi pengelolaan arus lalu lintas di kawasan yang selama ini dikenal rawan tersendat dan berisiko tinggi tersebut.
Pemerintah Kota Cimahi menyambut rencana pembangunan infrastruktur strategis ini dengan antusiasme tinggi, mengingat permasalahan kemacetan kronis yang kerap melanda perlintasan sebidang kereta api di lokasi tersebut telah lama menjadi keluhan utama warga dan pengguna jalan.
"Lebih dari sekadar perbaikan arus kendaraan, kehadiran Underpass ini dipandang sebagai fondasi penting yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang aktivitas perdagangan yang lebih dinamis, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi setiap orang yang melintasi wilayah tersebut setiap harinya," kata Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Achmad Nuryana, Jumat (19/6/2026).
Achmad menjelaskan, manfaat yang dihadirkan oleh infrastruktur baru ini tidak bersifat parsial, melainkan menyentuh dua aspek penting sekaligus, yakni kelancaran mobilitas warga serta efisiensi distribusi barang dan jasa.
Menurutnya, hambatan yang kerap terjadi saat palang pintu kereta ditutup dan menyebabkan antrean panjang yang merugikan waktu dan biaya masyarakat, dapat diminimalkan secara drastis begitu Underpass beroperasi penuh tanpa gangguan perjalanan kereta api.
“Pertama kan terhadap lalu lintas pasti akan berdampak lebih lancar, tidak akan terganggu lagi dengan aktivitas kereta api. Kemudian dari pergerakan ekonomi, distribusinya akan lebih lancar,” sambungnya.
Saat ini, terang Achmad, Jalan Gatot Subroto tercatat sebagai salah satu titik terpadat jaringan jalan di Kota Cimahi, di mana kepadatan kendaraan kerap melonjak tajam setiap kali harus berhenti menunggu kereta api melintas.
"Situasi ini kian memburuk seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan kereta, khususnya sejak beroperasinya Kereta Api Feeder yang membawa dampak bertambahnya volume lintasan harian, sehingga durasi penutupan perlintasan menjadi lebih sering dan berpotensi memicu kemacetan yang merambat ke ruas jalan sekitar," bebernya.
Lebih dari sekadar terhambatnya perjalanan, sambung Achmad, kondisi tersebut juga menyisakan risiko keselamatan yang mengkhawatirkan di perlintasan sebidang yang masih digunakan secara intensif oleh masyarakat setiap hari.
“Traffic kereta semakin tinggi sekarang kan dengan keberadaan Feeder. Dengan adanya Underpass nanti waktu dan biaya perjalanan menjadi lebih efisien, dan yang terpenting mengurangi risiko kecelakaan,” ujarnya.
Achmad menegaskan, aspek keselamatan menjadi salah satu prioritas utama yang ingin diselesaikan melalui proyek ini.
Selain menjamin kelancaran arus kendaraan tanpa hambatan, keberadaan Underpass juga diproyeksikan mampu mempererat konektivitas antarwilayah di lingkup Kota Cimahi dan daerah penyangga sekitarnya.
"Ini juga sekaligus menjadi penggerak utama roda ekonomi karena proses pengiriman dan penerimaan barang dapat berlangsung jauh lebih cepat, tepat waktu, dan hemat biaya operasional," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


