Distan Mulai Realisasikan Usulan Bantuan Pertainian

Distan Mulai Realisasikan Usulan Bantuan Pertainian
BANTUAN: Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang menjadi salah satu bantuan sarana prasarana pertanian di Kabupaten Cirebon.

INILAH, Cirebon- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon menerima sebanyak 210 usulan bantuan sarana dan prasarana pertanian dari kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) sepanjang 2026.

Dari jumlah tersebut, puluhan bantuan berupa irigasi perpompaan (irpom), irigasi desa (irdes), dan jalan usaha tani (JUT) kini mulai dalam proses pengerjaan.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Distan Kabupaten Cirebon, Pancawala, mengatakan bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang ditangani pihaknya meliputi 44 titik irpom, 20 titik irdes, dan delapan titik JUT.

“Untuk bantuan dari Kementan, irpom ada 44 titik, kemudian irdes 20 titik dan JUT sebanyak delapan titik,” kata Pancawala, Selasa (11/8).

Untuk program irdes, nilai bantuan mencapai Rp100 juta per titik dengan panjang pembangunan sekitar 80 meter. Sedangkan pembangunan JUT memiliki panjang sekitar 250 meter.

Namun, pengajuan JUT memiliki persyaratan khusus. Lokasi yang diusulkan harus berada di kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan memiliki titik lokasi yang jelas.

“Kalau JUT itu harus di LP2B, jadi usulannya enggak bisa asal. Titiknya harus jelas,” ujarnya.

Sementara itu, bantuan irpom mensyaratkan ketersediaan sumber air yang memadai. Distan akan melakukan verifikasi langsung untuk memastikan sumber air di lokasi yang diusulkan dapat mendukung pembangunan irigasi perpompaan.

“Kalau irpom syaratnya harus ada sumber air. Dinas pertanian akan mengkroscek usulan tersebut. Kalau tidak ada, atau sumber airnya kecil seperti saluran sekunder, kita tolak,” tegas Pancawala.

Di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon, baik bagian barat maupun timur, sejumlah sungai besar masih memiliki ketersediaan air yang dapat dimanfaatkan untuk irpom.

Pancawala menyebut Sungai Bondet dan Ciwaringin masih memiliki air meskipun debitnya mengalami penurunan.

“Wilayah barat dan timur Kabupaten Cirebon semua terdampak kekeringan. Kondisi saat ini sungai-sungai besar seperti Bondet dan Ciwaringin masih ada airnya, sehingga masih memungkinkan untuk disedot,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat, khususnya petani, tidak panik menghadapi kondisi kekeringan. Menurutnya, kekeringan tidak berarti seluruh sumber air di wilayah Kabupaten Cirebon telah mengering.

“Masyarakat jangan panik, seolah kekeringan ini sungai kering kerontang, enggak. Air masih ada, cuma debitnya turun,” tuturnya.

(maman suharman)


Editor : Inilahkoran