Diterjang Banjir Bandang, Puluhan Rumah di Sindangkerta Terendam Air dan Lumpur 

Bencana banjir bandang ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta KBB

Diterjang Banjir Bandang, Puluhan Rumah di Sindangkerta Terendam Air dan Lumpur 

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak lima kampung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang banjir bandang akibat penyempitan saluran air sehingga membuat sungai Cibeber meluap.

"Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, bencana banjir bandang ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta," kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Jarot Prasetyo kepada wartawan, Minggu 14 Mei 2023.

Adapun sejumlah kampung yang terdampak banjir bandang di Desa Mekarwangi, antara lain Kampung Rangkong RT 01/RW 02.

"Di Kampung Rangkong ini ada tujuh rumah dengan 20 jiwa yang terdampak," ujarnya.

Selanjutnya, di Kampung Cieter RT 03/RW 10 ada tiga rumah dengan 10 jiwa yang terdampak.

"Kampung Ciloklok RT 02/RW 12 ada tiga rumah dengan 11 jiwa yang terdampak," ujarnya.

Kemudian, sambung dia, Kampung Cibeber bangunan SDN 1 Cibeber dan SMPN 2 Sindangkerta, serta satu bangunan pabrik kopi turut terdampak bencana banjir bandang tersebut.

'Di sana ada delapan rumah dengan jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 24 orang," sebutnya.

Berikutnya, Kampung Cibaliung ada empat RT yang terdampak, antara lain RT 01, RT 03, RT 04 dan RT 08.

"Di sana yang terdampak satu bangunan pabrik teh dan 11 rumah  dengan jumlah jiwa sebanyak 33 orang," ujarnya.

Setidaknya, sebut dia, ada 98 rumah yang terdampak akibat luapan sungai Cibeber tersebut. Hingga saat ini, masyarakat setempat tengah membersihkan rumah tempat tinggalnya.

"Air yang masuk ke rumah warga setinggi 60-100 centimeter dan untuk saat ini air masuk ke rumah  sudah surut," katanya.

Ia menegaskan, akibat banjir bandang tersebut rumah warga terdampak bencana tidak mengalami kerusakan namun barang milik warga sempat terendam air.

"Kondisi rumah tidak ada kerusakan namun barang milik warga terendam. Ketika air surut masyarakat juga langsung kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan material lumpur," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti