Antisipasi Banjir Bandang, Tanah Pemkab Cirebon di Perumahan City Land Sumber Ditanami Pohon

Upaya pencegahan banjir di kawasan Sumber mulai digencarkan. Gerakan itu dipicu banjir bandang yang menerjang di kawasan pusat pemerintah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.

Antisipasi Banjir Bandang, Tanah Pemkab Cirebon di Perumahan City Land Sumber Ditanami Pohon
Salah satu langkah konkret dilakukan di wilayah Perumahan City Land Sumber melalui penanaman puluhan pohon di lahan milik pemerintahan daerah Kabupaten Cirebon, Rabu 7 Januari 2026. (maman suharman)

INILAHKORAN.ID - Upaya pencegahan banjir di kawasan Sumber mulai digencarkan. Gerakan itu dipicu banjir bandang yang menerjang di kawasan pusat pemerintah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.

Salah satu langkah konkret dilakukan di wilayah Perumahan City Land Sumber melalui penanaman puluhan pohon di lahan milik pemerintahan daerah Kabupaten Cirebon, Rabu 7 Januari 2026.

Penanaman pohon dilahan seluas 4.500 meter persegi itu melibatkan Pemkab Cirebon bersama unsur Forkopimda serta pengembang PT ASP Land Development di kawasan perumahan City Land Sumber.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menegaskan, penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat keberadaan ruang terbuka hijau (RTH).

"Ini bentuk kolaborasi antara pemda, Forkopimda, dan pengembang. Kita menanam pohon di tanah milik pemda untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus memperkuat fungsi RTH," kata Agus.

Menurutnya, keberadaan pepohonan memiliki peran penting sebagai langkah pencegahan sekaligus mitigasi bencana, khususnya banjir yang kerap melanda wilayah Sumber.

"Fungsi pohon itu jelas, mampu meningkatkan daya serap air dan mengurangi limpasan saat hujan deras," terangnya.

Agus mendorong seluruh pengembang perumahan di Kabupaten Cirebon agar lebih serius memperhatikan aspek lingkungan, khususnya penyediaan ruang terbuka hijau.

"Penanaman pohon di kawasan City Land Sumber bisa menjadi contoh praktik pembangunan yang ramah lingkungan," katanya.

Terkait banjir yang sempat melanda wilayah Sumber beberapa waktu lalu, Jigus menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak disebabkan oleh Perumahan City Land. Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan peninjauan langsung untuk menelusuri penyebabnya.

"Curah hujan saat itu cukup tinggi, ditambah adanya pertemuan aliran sungai dari empat sumber menjadi satu. Selain itu, sedimentasi sungai juga menjadi faktor. Karena itu, kami butuh kolaborasi dengan lurah dan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai," ucapnya.

Sementara, Direktur ASP Land Development Cecep Hendi mengatakan pihaknya telah menyiapkan 40 persen lahan untuk dijadikan ruang terbuka hijau (RTH).

"Nanti di semua lahan perumahan RTH itu akan kita bangun sesuai dengan Site Plan. Semua ruangan terbuka hijau nanti ditanamin pohon," katanya.

Ia menyebut Perumahan City Land Sumber memiliki luas lahan 50 hektare. Bahkan hingga kini pengerjaan proyek baru lima persen.

"Kalau total keseluruhan ada 50 hektare. Kemudian yang sudah dibangun baru tahap pertama seluas lima hektare sisanya sedang izin  Amdal. Tapi Amdal sudah selesai tinggal ijin selanjutnya," tukasnya.


Editor : Doni Ramdhani