Diterjang Longsor, Dua Bangunan Rumah Warga di Cilame KBB Rusak
Dua bangunan rumah milik warga Kampung Cikupa RT01/15, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak usai diterjang tanah longsor pada Jumat 21 November 2025 sekitar pukul 06.00 WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dua bangunan rumah milik warga Kampung Cikupa RT01/15, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak usai diterjang tanah longsor pada Jumat 21 November 2025 sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cilame Aas Mohamad Ashor membenarkan adanya peristiwa bencana longsor di wilayahnya.
Menurutnya, bencana longsor tersebut disebabkan kontur tanah yang labil ditambah curah hujan yang mengguyur deras dengan intensitas tinggi selama beberapa pekan.
"Akibat bencana tersebut, dua unit rumah warga mengalami rusak sedang dan parah," kata Aas, Jumat 21 November 2025.
Aas menyebut, korban yang terdampak antara lain atas nama Kusnadi Sapari (56), rumah bagian depan roboh diterjang longsor.
"Untuk kerugian ditaksir sekitar Rp50 juta. Tidak ada korban jiwa dan para korban sudah dievakuasi ke rumah keluarga terdekat," sebutnya.
Selanjutnya, kata Aas, rumah kontrakan milik Dadan Suhendar (45). Dinding rumah kontrakannya rusak diterjang material longsor dengan kerugian ditaksir sebesar Rp20 juta.
"Namun penghuni kontrakan atas nama Dinda Putri Maharani (5) mengalami luka di bagian kepala. Korban sudah diobati ke klinik terdekat," ucapnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Asep Sehabudin mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi bencana longsor di wilayah Desa Cilame tadi pagi dan memang tebingnya cukup tinggi.
"Jadi tebing penahan tanah atau TPT di lokasi kejadian sudah lama dan sudah rapuh, terlebih konstruksinya yang sederhana sehingga tak mampu menahan material longsor," kata Asep.
Meski begitu, ungkap Asep, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana longsor tersebut. Namun, diperlukan kajian mendalam oleh dinas terkait untuk memastikan keamanan agar tidak terjadi peristiwa serupa.
"Untuk perbaikan TPT ini perlu ada campur tangan dari dinas terkait yang lebih berwenang untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

