Dorong MMS Jadi Pengawal Pembangunan Jabar, Pemprov Minta Tokoh Sunda Aktif Kritis

Pemprov Jabar mendorong MMS untuk mengambil peran lebih besar, dalam mengawal pembangunan daerah melalui gagasan serta kritik konstruktif dari para tokoh Sunda.

Dorong MMS Jadi Pengawal Pembangunan Jabar, Pemprov Minta Tokoh Sunda Aktif Kritis
Sekda Jabar Herman Suryatman menilai MMS bukan sekadar forum silaturahmi, melainkan ruang strategis yang dapat mempertemukan berbagai pemikiran dari tokoh Sunda lintas bidang untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Jabar. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar mendorong Majelis Musyawarah Sunda (MMS) untuk mengambil peran lebih besar, dalam mengawal pembangunan daerah melalui gagasan, masukan, serta kritik konstruktif dari para tokoh Sunda.

Sekda Jabar Herman Suryatman menilai MMS bukan sekadar forum silaturahmi, melainkan ruang strategis yang dapat mempertemukan berbagai pemikiran dari tokoh Sunda lintas bidang untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Jabar.

"Kami dari Pemprov Jabar memberikan dukungan, memberikan apresiasi, dan yang paling penting adalah bagaimana inohong-inohong (tokoh-tokoh) di Jabar yang tergabung di MMS bisa memberikan sumbang pemikiran, kritik dan saran untuk meningkatkan kinerja pembangunan di Jabar,” ujar Herman saat menghadiri Pertemuan MMS di Gedung Imeri FKUI, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Menurutnya, pembangunan Jabar tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah. Kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, terutama para tokoh yang memiliki pengalaman dan kapasitas, menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target pembangunan.

Dia berharap, MMS dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyampaikan pandangan serta rekomendasi yang mampu memperkuat kualitas kebijakan publik.

“Karena ujungnya tujuan akhirnya adalah bagaimana Jabar Istimewa,” ucapnya.

Herman menegaskan, visi menjadikan Jabar sebagai daerah yang unggul dan istimewa membutuhkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Dan kita harus bahu membahu, sarendeuk, saigel, sapihanean,” katanya.

Dia juga mengingatkan para tokoh Sunda yang tergabung dalam MMS agar terus menyuarakan kritik dan saran yang membangun. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperbaiki serta meningkatkan kinerja pemerintahan.

Herman menambahkan, kekuatan MMS terletak pada keberagaman anggotanya yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintahan, akademisi, budayawan, profesional, hingga tokoh masyarakat.

Pertemuan MMS di Jakarta menjadi rangkaian Milangkala Kadua sekaligus momentum memperluas jejaring antar tokoh Sunda. Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan strategis, mulai dari kebudayaan, sosial, lingkungan, ekonomi, hingga isu kebangsaan.

Melalui Pasamoan Inohong Sunda di Jakarta, MMS juga memperluas ruang komunikasi dengan para tokoh Sunda yang berkiprah di tingkat nasional. Jakarta menjadi salah satu titik penting karena banyak tokoh Sunda yang memiliki peran di berbagai sektor, baik pemerintahan, akademik, profesional, sosial, budaya, maupun pengabdian masyarakat.

Ke depan, MMS diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi kekuatan intelektual dan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jabar


Editor : Doni Ramdhani