Dorong Pemberdayaan Produk Lokal, Tiga Produk UMKM Asal Cimahi ini Kini Masuk Etalase Ritel Modern
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen atau setara Rp 9.580 triliun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen atau setara Rp 9.580 triliun.
Tak hanya itu, sektor UMKM juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97 persen dari total tenaga kerja.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki 65,5 juta UMKM yang jumlahnya mencapai 99 persen dari keseluruhan unit usaha.
Guna mendukung pemberdayaan UMKM tersebut, Alfamart sebagai salah satu perusahaan ritel berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan UMKM di Tanah Air.
Salah satunya seperti memberikan kesempatan pelaku UMKM lokal yang ada di Kota Cimahi agar produknya bisa masuk dan dijual di Alfamart.
"Untuk Produk lokal Cimahi saat ini sudah ada tiga produk dengan kategori snack yang sudah bisa diperoleh di toko-toko Alfamart di Kota Cimahi," kata Branch Corporate Communication Alfamart Cimahi, Elisa Refila saat ditemui di Dahan Coffee Backyard di Jalan Ciawitali, Citereup, Kecamatan Cimahi Utara.
Elisa menjelaskan, untuk produk UMKM lokal di Kota Cimahi ini sudah berjalan selama 6 bulan dan diharapkan langkah ini bisa menjadi sarana memperkenalkan Produk lokal ke masyarakat
"Termasuk, memudahkan masyarakat untuk bisa mendapatkan produk tersebut," jelasnya.
Kendati demikian, terang Elisa, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para pelaku UMKM agar produknya bisa masuk di toko-toko Alfamart.
"Untuk persyaratan sendiri tentu harus memenuhi perizinan-perizinan, seperti P-IRT, Halal yang masih aktif," terangnya.
"Dari sisi kemasan dan kapasitas produksi. Sehingga, ke depannya bisa konsisten untuk suplai produknya ke toko," sambungnya.
Elisa menyebut, waktu 6 bulan ini merupakan masa pengenalan produk. Namun, tiap tiga bulan pihaknya melakukan evaluasi melihat bagaimana penjualannya di masing-masing toko.
"Kami juga mereview lokasi-lokasi yang potensial. Serta mengcreate apa saja yang harus kita lakukan agar Produk lokal ini semakin bagus," sebutnya.
Dengan hadirnya produk UMKM yang masuk di Alfamart, ungkap Elisa, banyak orang yang tidak menyangka produk-Produk lokal seperti ini sudah masuk ritel modern.
"Yang pernah kita temui mereka agak kaget juga. Tidak menyangka Produk lokal ini sudah masuk ritel modern," ucapnya.
"Selain mudah untuk dijangkau. Kualitasnya atau rasanya itu tidak kalah dengan produk yang sudah populer. Sehingga, kita berharap orang bisa semakin antusias membeli Produk lokal," tandasnya.
Di tempat yang sama, para pelaku UMKM ini Kota Cimahi mengaku bangga lantaran dari 100 UMKM di Kota Cimahi, hanya tiga pelaku UMKM yang produknya bisa masuk ke Alfamart, antara lain snack Ngerekes, Frou Frou dan Sakinah.
"Kalau dulu yang tahu produk saya itu hanya sirkel terdekat, namun dengan adanya pemberdayaan UMKM dari Alfamart ini membuat kami terbantu," ungkap owner Ngerekes, Rohmat yang produknya masuk Alfamart.
Rohmat menuturkan, pertama kali dirinya mengikuti kurasi mulai dari Disdagkoperind yang diikuti 50 pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya.
Selain pelaku UMKM, ada banyak ritel yang hadir dalam kurasi tersebut.
"Tapi alhamdulillah dari 50 kita dipanggil lagi sama Alfamart untuk proses kurasi," tuturnya.
"Dari sana mereka mencoba produk kita, Alhamdulillah mereka meminta PO awal, setiap toko 4 pcs untuk setiap produknya," sambungnya.
Owner snack Frou Frou, Tintun Martini mengaku dirinya fokus menciptakan aneka produk kue kering, salah satunya snack Frou Frou.
"Biasanya kan kue ini hanya banyak diburu pada momen hari besar. Tapi, dirinya melihat banyak pengusaha kue kering yang bisa menjual produknya setiap hari, yang membuat dirinya berinisiatif mencari jenis kue yang bisa diproduksi tiap hari," paparnya.
"Alhasil, saya pun menemukan ide membuat snack Frou Frou yang diisi dengan kacang mete dan coklat dan Alhamdulillah bisa dijual di Alfamart dengan harga Rp 22.000 per pouch," ungkapnya.
Di tempat yang sama, Owner Snack Sakinah, Nuriah yang diwakili suaminya Hafidudin menjelaskan, hadirnya snack Sakinah ini berawal dari kegiatan ibu-ibu PKK di Jalan Lembur Sawah, Kampung Hujung Kulon RT 10/05 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan yang kerap berkumpul.
"Awalnya dulu bikin produknya cheese stik. Lalu terus berinovasi membuat keripik bawang yang dimodifikasi," ungkap Hafidudin.
"Seiring berjalannya waktu, usahanya kini terus berkembang dan produknya bisa masuk Alfamart," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana


