Dorong Pengembangan UMKM di Kabupaten Cirebon, Pemkab Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Akademisi
Pemkab Cirebon siap berkolaborasi secara pentahelix dengan berbagai pihak untuk mengembangkan sektor UMKM di Kabupaten Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Pemkab Cirebon siap berkolaborasi secara pentahelix dengan berbagai pihak untuk mengembangkan sektor UMKM di Kabupaten Cirebon.
Kabag Pemerintahan Pemkab Cirebon Yadi Wikarsa mengatakan, sektor UMKM di Kabupaten Cirebon mempunyai potensi besar untuk menopang roda perekonomian daerah.
"Potensi UMKM di Kabupaten Cirebon itu sangat luar biasa. Tapi bisa berkembang kalau kita mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan bantuan pihak akademisi," kata Yadi saat menghadiri Pengabdian Masyarakat Forum dosen Akuntansi Perguruan Tinggi IAI KAPd Wilayah DKI Jakarta di Desa Kalitengah Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon, Sabtu 15 Juli 2023.
Menurutnya, justru ketahanan UMKM di Kabupaten Cirebon pada masa pandemi Covid-19 mencapai 65 persen. Walaupun, pada saat bersamaan justru banyak perusahaan besar terkena dampaknya. Hal itu diakuinya merupakan potensi besar karena UMKM seperti tidak bisa dihentikan saat pandemi Covid-19 sekalipun.
Dia menilai, Edukasi Perencanaan dan Pencatatan Kas bagi UMKM Batik yang digelar Forum Dosen Akuntansi ini, justru manfaatnya sangat besar. Karena harus diakui, Pemkab Cirebon memiliki pekerjaan rumah besar untuk terus mendorong dan memfasilitasi para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.
"Kolaborasi dengan Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi IAI IKAPd Wilayah DKI Jakarta ini menjadi energi tersendiri untuk penguatan UMKM di Kabupaten Cirebon," ungkapnya.
Yadi menilai, kolaborasi pentahelix dengan akademisi juga menjadi formula yang cukup jitu dalam penguatan produksi dan kualitas UMKM untuk mendorong pengembangan bisnisnya.
Harapannya, kolaborasi dengan Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi IAI IKAPd yang kali ini menyasar UMKM batik di Desa Kalitengah, berlanjut ke sektor lainnya.
"Ke depan sektor UMKM di Kabupaten Cirebon harus semakin kuat, semakin hebat, dan berkembang pesat. Karena didorong oleh para akademisi yang kompeten di bidangnya," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi IAI IKAPd Wilayah DKI Jakarta Wiwi Idawati menyoroti pentingnya pembukuan keuangan UMKM sesuai kaidah-kaidah akuntansi. Untuk itu, pihaknya menghadirkan 24 narasumber mulai profesor hingga doktor dari 16 perguruan tinggi ternama.
Berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2011 lalu, ditemukan fakta bahwa rata-rata pelaku UMKM belum profesional. Mereka belum bisa memisahkan keuangan pribadi dan usahanya. Alhasil perputaran modalnya cenderung tidak tidak terkontrol.
"Padahal, pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha ini penting agar pelaku UMKM bisa mengembangkan bisnisnya secara masif, tidak berkutat di situ-situ saja," paparnya.
Dia menambahkan, pihaknya memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM. Pemahaman itu salah satunya yaitu perencanaan dan pencatatan kas. Lalu menghitung pajak sesuai UU Perpajakan UMKM, strategi penjualan produk, serta pemasaran produk di era digital.
"Kami juga siap memfasilitasi para pelaku UMKM batik di Desa Kalitengah untuk berkonsultasi mengenai pencatatan kas hingga pengembangan bisnisnya," tukasnya.*** (maman suharman)
Editor : Doni Ramdhani

