DPPKB Mulai Gulirkan Program BKL, Penguatan untuk Kelompok Usia Rentan Lansia

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor mulai menggulirkan program Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wujud perhatian pemerintah dalam memberikan penguatan kepada kelompok usia rentan.

DPPKB Mulai Gulirkan Program BKL, Penguatan untuk Kelompok Usia Rentan Lansia
"Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program BKL sebagai wujud perhatian pemerintah dalam memberikan penguatan kepada kelompok usia rentan. Warga lansia tetap memiliki peran, minimal melalui doa dan semangat kepada keluarganya," kata Kepala DPPKB Kota Bogor Marse Hendra Saputra, Minggu 25 Januari 2026. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor mulai menggulirkan program Bina Keluarga lansia (BKL) sebagai wujud perhatian pemerintah dalam memberikan penguatan kepada kelompok usia rentan.

"Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program BKL sebagai wujud perhatian pemerintah dalam memberikan penguatan kepada kelompok usia rentan. Warga lansia tetap memiliki peran, minimal melalui doa dan semangat kepada keluarganya," kata Kepala DPPKB Kota Bogor Marse Hendra Saputra, Minggu 25 Januari 2026.

Marse memaparkan, pada program BKL perdana ini paket sembako telah dibagikan kepada lansia rentan berusia di atas 60 tahun yang berasal dari seluruh RW di Kelurahan Mulyaharja pada Jumat 23 Januari 2025 kemarin. 

"Tentunya, para lansia ini perlu mendapat perhatian emosional, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari keluarga dan seluruh pemangku kepentingan. Tahap awal sebanyak 25 paket sembako diterima warga ansia di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, diberikan langsung Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin," paparnya. 

Marse menjelaskan, meski hanya 25 paket, tapi sasarannya mencakup semua RW. Diharapkan masyarakat dapat mengubah stigma bahwa lansia hanya menjadi beban. 

"Sebaliknya, mereka perlu diberikan pendekatan, motivasi, serta dukungan yang mendalam," jelasnya.

Terpisah, Lurah Mulyaharja Moeslim Yuliantono mengatakan warga penerima bantuan berasal dari 11 RW yang ada di Mulyaharja. Masing-masing RW mengusulkan dua lansia tidak mampu.

"Ada yang tinggal sendiri dan kondisi ekonominya lemah. Bantuan ini cukup meringankan. Kami juga menemukan tiga lansia dengan kepesertaan BPJS yang tidak aktif. Ketiganya akan diusulkan masuk program UHC (Universal Health Coverage) melalui koordinasi dengan Puskesmas," terang Moeslim.


Editor : Doni Ramdhani