DPRD Jabar Desak BGN Evaluasi Komprehensif Program MBG
Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menyayangkan, kasus keracunan program makan bergizi gratis (MBG) kembali terulang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menyayangkan, kasus keracunan program makan bergizi gratis (MBG) kembali terulang.
Terbaru, seratusan siswa dari sejumlah sekolah di Desa Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat keracunan usai mengonsumsi MBG pada Selasa 28 Oktober 2025 lalu.
Untuk itu, Yomanius mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) supaya melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kita prihatin ya, kejadian yang berulang itu. Seperti terkesan tidak belajar dari kesalahan. Karena itu Badan Gizi Nasional harus betul-betul bisa mereview secara komprehensif terkait dengan problematika itu," ujar Yomanius di Kantor DPRD Jabar, Kamis 30 Oktober 2025.
Dia melanjutkan, dalam peninjauan atau evaluasi ini memang harus dilakukan secara kompleks. Dibutuhkan kesungguhan, keseriusan dan konsistensi, menyikapi persoalan keracunan MBG ini.
"Kita mendesak, agar BGN sekalipun saya memahami sudah jalan, sudah me-review, tapi karena variabelnya banyak sekali. Tetapi apapun itu, konsekuensi dari Badan Gigi Nasional untuk melakukan review yang sangat dinamis dan kompleks ini," ucapnya.
Sebab kata Yomanius, MBG bukan hanya berorientasi pada memastikan tumbuh kembang anak berjalan baik. Tetapi juga mampu menjadi pendongkrak perekonomian masyarakat di daerah.
"Pengangguran berkurang merata di berbagai daerah, suplier bahan baku, penyedia jasa transportasi. Ini efek dominonya bagus. Saya yakin, ini salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Maka dari itu dia berharap, pemerintah pusat melalui BGN dapat menyelesaikan masalah di lapangan, terkait program MBG.
"Harus segera diberesin. Jangan mengganggu program yang lebih besar," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

