DPRD Jabar Dorong Pembenahan Menyeluruh, Optimalkan Operasional Bandara Kertajati

DPRD Provinsi Jawa Barat menilai, permasalahan yang dihadapi PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) membutuhkan langkah pembenahan secara menyeluruh, agar operasional Bandara Kertajati dapat berjalan optimal.

DPRD Jabar Dorong Pembenahan Menyeluruh, Optimalkan Operasional Bandara Kertajati
DPRD Provinsi Jawa Barat menilai, permasalahan yang dihadapi PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) membutuhkan langkah pembenahan secara menyeluruh, agar operasional Bandara Kertajati dapat berjalan optimal.

INILAHKORAN, Bandung – DPRD Provinsi Jawa Barat menilai, permasalahan yang dihadapi PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) membutuhkan langkah pembenahan secara menyeluruh, agar operasional Bandara Kertajati dapat berjalan optimal.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Jajang Rohana mengatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh agar PT BIJB dapat keluar dari berbagai kendala yang dihadapi dan mengembalikan operasional bandara seperti bandara pada umumnya.

Terlebih, Bandara Kertajati sejak awal dirancang untuk melayani penerbangan domestik dan internasional, sehingga perlu menarik lebih banyak operator maskapai dari dalam dan luar negeri.

“Komisi III sudah melihat dan mendengar secara langsung permasalahan yang dihadapi PT BIJB dari jajaran direksi, dan kami sangat mendukung agar BIJB bisa keluar dari segala kendala dan beroperasi sebagaimana bandara-bandara lainnya,” ujar Jajang dikutip Senin 13 Oktober 2025.

Ia menambahkan, DPRD Jabar melalui Komisi III saat ini tengah membahas Rancangan KUA-PPAS dan telah menyetujui adanya penyertaan modal sebesar Rp150 miliar bagi PT BIJB. Dana tersebut terdiri dari Rp50 miliar pada perubahan APBD tahun ini, dan Rp100 miliar pada tahun 2026 untuk memperkuat operasional sekaligus pengembangan Bandara Kertajati.

“Untuk mengatasi permasalahan kompleks di BIJB, telah disetujui penyertaan modal sebesar Rp150 miliar hingga tahun depan. Tahun ini dianggarkan Rp50 miliar untuk kebutuhan operasional, dan tambahan Rp100 miliar tahun 2026 untuk pengembangan. Diharapkan, melalui berbagai strategi seperti promosi dan pemberian subsidi tiket, kepercayaan publik terhadap Bandara Kertajati dapat meningkat,” jelasnya.

Jajang berharap, Bandara Kertajati dapat segera beroperasi secara penuh sehingga mampu menjadi pusat transportasi udara utama di Jawa Barat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saat ini penerbangan yang berjalan baru satu rute internasional menuju Singapura. Ke depan, kami berharap Bandara Kertajati bisa benar-benar menjadi kebanggaan dan BUMD unggulan Jawa Barat,” tutupnya.***


Editor : JakaPermana