DPRD Jabar Dorong Pemprov Ciptakan Inovasi Tekan Pinjol

DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar)mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) agar menciptakan suatu inovasi, supaya menekan angka pinjaman online (Pinjol) di Jabar yang terus naik.

DPRD Jabar Dorong Pemprov Ciptakan Inovasi Tekan Pinjol
DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar)mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) agar menciptakan suatu inovasi, supaya menekan angka pinjaman online (Pinjol) di Jabar yang terus naik.

INILAHKORAN, Bandung - DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar)mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) agar menciptakan suatu inovasi, supaya menekan angka pinjaman online (Pinjol) di Jabar yang terus naik.

Terlebih pada momen Lebaran 2025 ini kata Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna, dimana Pinjol semakin marak terjadi.

"Pinjol ini kan fenomena dimana ada masyarakat kebutuhan, ada penyedia yang memberi pinjaman dengan sangat mudah. Jadi saya menyampaikan, kalau pemerintah ingin memberantas Pinjol, itu harus ada program yang bisa diperlawankan," ujar Buky di Kantor DPRD Jabar baru-baru ini.

Kemudahan pemberian pinjaman oleh Pinjol kata dia, harus mampu diimbangi pemerintah melalui perbankan. Sehingga ketergantungan terhadap Pinjol dapat terkikis.

"Jadi harus semudah Pinjol. Pemerintah harus memikirkan ini, tapi kalau membuat program yang masih juga membutuhkan proses yang lama, menurut saya Pinjol akan terus hidup," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengakui, memberantas Pinjol ilegal, rentenir terbilang sulit. Meski demikian, hal ini harus dievaluasi.

Salah satunya dengan mengintervensi, agar suku bunga yang ditawarkan jangan terlalu tinggi.

"Tetapi ke depan itu nanti harus menjadi bahan evaluasi kita. Ya minimalnya kita tidak bisa menghindari bank gelap tetap ada, ya kepada bank gelapnya ya pinjeminnya jangan 10 persen. Lima (persen) misalnya," kata Dedi di Gedung Negara Pakuan belum lama ini.

Memberantas Pinjol ilegal, rentenir dan sejenisnya kata dia, butuh waktu. Sebab, mereka sebut dia, akan selalu ada selama masih dicari masyarakat.

"Kan kita juga berantas sekaligus juga enggak bisa. Kan sampai hari ini ada pertanyaan, ketika dihilangkan oleh Pak Dedi, rakyat pinjam ke mana gitu loh," ucapnya.

Solusi paling sederhana adalah kata dia, adalah dengan kesadaran masyarakat untuk mengurangi budaya konsumtif. Dimana ini diakuinya, menjadi sebab utama maraknya Pinjol dan rentenir di Jabar.

"Kalau enggak punya duit jangan maksain. Ya sederhana aja kalau enggak punya duit jangan maksain," tandasnya..***


Editor : Bsafaat