DPRD Kabupaten Cirebon Pesimis Pemprov Kucurkan Bantuan Lagi

DPRD Kabupaten Cirebon pesisim Pemprov Jabar akan kembali mengucurkan bantuan untuk menyelesaikan pembangunan Alun-alun Taman Pataraksa

DPRD Kabupaten Cirebon Pesimis Pemprov Kucurkan Bantuan Lagi
Pembangunan Alun-alun Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon diprediksi mangkrak lantaran masih menunggu kucuran dari Provinsi untuk kelanjutan pembangunan.

 

INILAHKORAN, Cirebon – DPRD Kabupaten Cirebon pesimis Pemprov Jabar akan kembali mengucurkan bantuan untuk menyelesaikan pembangunan Alun-alun Taman Pataraksa (ATP).

Pembangunan Alun-alun Taman Pataraksa (ATP) yang lokasinya di depan Gedung Pemkab Cirebon hingga kini masih berantakan.

Jika sesuai dengan kontrak pengerjaan dengan pengembang, seharusnya Alun-alun Taman Pataraksa rampung akhir Desember 2021.

Baca Juga: Polresta Cirebon Sebut Arus Balik 2022 dari Jawa Menuju Jakarta di Tol Cirebon Ramai Lancar

"Kalau dilihat diaturan sih saya pesimis pemprov jabar bisa menurunkan lagi anggaran untuk kelanjutan proyek tersebut. Saya tidak menyalahkan Pemda, karena saya yakin pemda sudah mengajukan anggaran ke provinsi" kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Rudiana,, Senin 4 Januari 2022.

Rudiana menjelaskan, persoalannya adalah dari segi estetika, bila saja tahun ini proyek tersebut tidak dilanjut. Lokasi yang berada tepat di depan Pemkab Cirebon, menambah suram lingkungan perkatoran Pemkab Cirebon itu sendiri. Ditambah dengan bentuk nya yang tidak rata, menyebabkan Gedung Pemkab tidak terlihat dari depan jalan utama.

"Kalau selesai masih mendinglah. Nah kalau tahun ini benar-benar mangkrak, bisa dibayangkan kusamnya lokasi perkantoran pemda. Ini justru sangat memalukan. Belum lagi di sampingnya, kondisi Masjid Agung yang terkesan tidak terurus karena menaranya tidak selesai selesai," jelasnya.

Baca Juga: Polresta Cirebon Alihkan Kendaraan Besar dari Jalur Tol ke Arteri

Namun lanjutnya, sejak awal Pemkab harusnya menolak lokasi proyek ATP dari bantuan provinsi tersebut. Selain tepat di depan kantor bupati, juga nantinya kemungkinan besar banyak masyarakat yang enggan datang.

Selain lokasinya di perkantoran Pemkab, juga akses jalannya bukan didepan akses jalan utama. Harusnya, dialihkan saja di taman kota, yang tepat didepan jalan utama dan depan kantor BJB Sumber.

"Kalaupun selesai, toh lokasinya sekarang dalam lingkungan Pemda. Pasti jarang orang yang mau datang. Paling hanya masyarakat sekitar saja. Saya pikir ini hanya buang buang anggaran, dan manfaatnya tidak bisa  dirasakan warga Kabupaten Cirebon," ungkapnya.

Baca Juga: Mau Ambil Alih Wilayah, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Minta Pemkot Berkaca Pada Kemampuan

Namun informasi yang berkembang saat ini menyebutkan, Kadis LH Pemkab Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan masih terus berusaha mengajukan anggaran ke provinsi jabar. Iwan masih yakin, Pemprov jabar masih bisa memberikan anggaran untuk kelanjutan proyek tersebut.

"Kalau kami sudah mengajukan anggaran ke provinsi. Ini kan tanggung jawab provinsi. Saya yakin, provinsi juga pasti akan membantu. Kalau anggaran dari pemkab ya sudah tidak bisa untuk murni ini," tukas Iwan. (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran