DPRD Kota Bogor Desak Perbaikan Jalan Rusak Sebelum Timbulkan Korban
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi menilai musim penghujan membuat kondisi infrastruktur jalan di sejumlah titik di Kota Bogor kian memprihatinkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi menilai musim penghujan membuat kondisi infrastruktur jalan di sejumlah titik di Kota Bogor kian memprihatinkan.
Untuk itu, Ahmad mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor untuk segera turun ke lapangan dan melakukan langkah konkret. Dia pun mengingatkan agar perbaikan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
"Ya, pentingnya kualitas material agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu singkat. Kami meminta Dinas PUPR untuk bergerak cepat melakukan perbaikan. Jangan hanya sekadar tambal sulam, tapi perhatikan kualitas aspalnya. Harus pakai aspal dengan kualitas bagus agar tahan lama, apalagi Bogor sering diguyur hujan," jelasnya, Rabu 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keselamatan warga adalah prioritas utama. Pihaknya akan terus mengawal proses perbaikan infrastruktur ini agar anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Kota Bogor.
Diketahui, banyak jalan berlubang menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Kerusakan banyak terjadi di Kecamatan Bogor Selatan seperti di wilayah Pamoyanan menuju BNR atau akses alternatif setelah jalan Batutulis kondisinya tengah ditutup.
Selain itu wilayah Cipinang Gading, Rangga Mekar serta Pabuaran yang masih berlokasi di Bogor Selatan terpantau kondisinya rusak parah.
Warga Pamoyanan, Mulyadi (39) mengaku setiap hari melintasi jalur Pamoyanan. Dia khawatir atas kondisi tersebut. Kerusakan jalan itu sangat membahayakan, terlebih saat hujan turun terus-menerus.
"Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau hujan turun, lubang-lubang itu tertutup air, jadi tidak kelihatan sama sekali. Ini jelas membahayakan nyawa kami sebagai pengguna jalan," ungkap Mulyadi pada Rabu 28 Januari 2026.
Mulyadi berpendapat, lambatnya penanganan kerusakan jalan dari pihak terkait, mengingat mobilitas warga Bogor Selatan khusunya sangat tinggi dan bergantung pada kualitas jalan yang mumpuni.
Terpisah, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan Dinas PUPR menyampaikan informasi kondisi penyedia hotmix saat ini menunggu pasokan bahan baku utama material dari Cilegon dan lampung.
"Kata Dinas PUPR, ini dampak dari penutupan tambang material di Parungpanjang dan Rumpin oleh Pemprov Jabar," singkat Dedie.
Editor : Doni Ramdhani

