DPRD Minta PT VCI Transparan, Potensi Pajak MBLB Capai Rp1 Miliar

DPRD Kabupaten Cirebon minta PT VCI transparan. Mereka menilai pajak MBLB dari proyek pengurugan potensial menghasilkan pajak Rp1 miliar.

DPRD Minta PT VCI Transparan, Potensi Pajak MBLB Capai Rp1 Miliar
PT Victory Chingluh Indonesia

INILAHKORAN, Cirebon - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, meminta agar PT Victory Chingluh Indonesia  (VCI), transparan.

Hal itu berkaitan dengan material yang masuk untuk pembangunan proyek tersebut. Sebab, estimasi dari pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) untuk pengurugan di perusahaan itu saja, bisa mencapai Rp1 miliar lebih. Belum lagi material lainnya yang diambil dari Kabupaten Cirebon.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno mengaku keterkaitan pajak untuk Pemasukan Asli Daerah (PAD) pada pembangunan VCI, menjadi sorotan komisinya.

Hal itu karena, potensi pemasukan pajak MBLB dari pengusaha galian yang harus dibayarkan ke Pemkab Cirebon, sangatlah besar.

Baca Juga: Anggota Komisi III DPRD Ciebon Berang, Tuding PT VCI Kebal Hukum

“Kami minta keterbukaan PT. VCI yang berhubungan dengan  kebutuhan material untuk pembangunan. Berapa besaran jumlah material berupa tanah urug untuk timbunan. Termasuk juga pelaksanaan pekerjaan penggunaan kendaraan dan BBM industrinya,”  kata Cakra, Senin.

Sejauh ini, Komisi II hanya mendapatkan informasi luasan proyek  serta kubikasi kebutuhan meterial untuk pengurukan secara lisan saja. Harusnya, menurut R Cakra Suseno, PT VCI melaporkan secara resmi, baik SPK kepada pengusaha galian, maupun bentuk dokumen resmi lainnya. 

“Proyek ini kan mencapai 25 hektare dan estimasi pengurugannya saja sekitar 350 ribu kubik. Kalau benar, jelas estimasi hitungan pajak yang harus dibayarkan pengusaha galian ke Pemda itu Rp1 miliar lebih,” ucap Cakra.

Baca Juga: Ternyata Benar! Di Depan Anggota Dewan, PT Chingluh Akui Belum Kantongi Legalitas

Artinya, kata R Cakra Susesno, potensi pajak MBLB dari pengusaha galian ini sangat besar untuk PAD Kabupaten Cirebon. Sebab, untuk satu perusahaan saja estimasinya bisa Rp 1 miliar lebih.

Belum lagi ditambah material yang dikeluarkan untuk perusahaan lainnya. Baik yang ada di dalam daerah, maupun luar kabupaten seperti Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu dan lainnya.

"Untuk memastikan khususnya material yang dibutuhkan di PT VCI, kita ingin keterbukaan dari meraka. Berapa sih kebutuhan meterial yang dibutuhkan baik untuk pengurugan, maupun material lainnya. Karena kan tidak hanya urugan, ada pasir juga yang nanti dibutuhkan,” ungkap Cakra. (maman suharman)


Editor : inilahkoran