DPW PPP Jabar Optimistis Hasil Jeblok Pemilu 2019 Tak Akan Terulang di Pemilu 2024

Plt Ketua DPW PPP Jabar Pepep Saepul Hidayat mengaku tetap optimistis hasil jeblok partai berlambang Kabah tersebut di Pemilu 2019 tidak akan terulang pada Pemilu 2024 mendatang.

DPW PPP Jabar Optimistis Hasil Jeblok Pemilu 2019 Tak Akan Terulang di Pemilu 2024
Pepep berharap, seluruh kader dan relawan di seluruh Jabar untuk berjuang mati-matian agar catatan buruk di 2019 tidak lagi terjadi. Minimal pada kontestasi Pemilu 2024 kelak sama seperti perolehan 2014 silam. Dimana saat itu, PPP Jabar berhasil meraih 9 kursi di DPRD provinsi dan menitipkan 7 orang wakilnya di DPR. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Plt Ketua DPW PPP Jabar Pepep Saepul Hidayat mengaku tetap optimistis hasil jeblok partai berlambang Kabah tersebut di Pemilu 2019 tidak akan terulang pada Pemilu 2024 mendatang.

Pepep berharap, seluruh kader dan relawan di seluruh Jabar untuk berjuang mati-matian agar catatan buruk di 2019 tidak lagi terjadi. Minimal pada kontestasi Pemilu 2024 kelak sama seperti perolehan 2014 silam. Dimana saat itu, PPP Jabar berhasil meraih 9 kursi di DPRD provinsi dan menitipkan 7 orang wakilnya di DPR.

Dia menegaskan, hal itu pun sekaligus menjawab pesimisme dan tantangan dari sejumlah pihak yang menyebutkan PPP Jabar telah kehilangan taringnya dalam konstelasi politik, seiring dengan tergerusnya wakil mereka di Pemilu 2019 lalu.

“Kami masih tetap optimistis, PPP akan mengalami peningkatan dan kita yakin Jawa Barat akan berkontribusi dengan lolosnya PPP di 2024 melalui PT (presidential threshold). Selama ini PPP banyak di survei seolah-olah terancam. Makanya kita tidak berpikir menjadi pemenang, tapi bagaimana berkontribusi. Kita masih meyakini, 7-8 (kursi) untuk nasional dan 10 untuk provinsi,” kata Pepep pada INILAHKORAN belum lama ini.

Dia berharap, dengan menjadi salah satu partai pengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024. Turut membantu mendongkrak suara PPP di Jabar, setidaknya mengembalikan jatah kursi mereka pada 2014 lalu pada Pemilu 2024 kelak.

“Sesungguhnya hanya mengembalikan suara PPP di 2014. Kita ingin bagaimana kursi kami yang dipinjam partai lain, bisa diambil kembali,” imbuhnya.

Kans ini sambung Pepep terbilang besar, sosok Mahfud MD dengan latar belakang sebagai seorang Nahdliyin (NU) bukan tidak mungkin bakal memengaruhi mendongkrak suara PPP di Jabar. Sebab, aspirasi suara dari masyarakat Nahdliyin yang mendukung Mahfud MD, juga berkemungkinan besar akan terdorong pada PPP.

“Selain dikenal sebagai pendekar hukum, Pak Mahfud merupakan salah satu tokoh NU. Irisan basis PPP yang kebetulan mayoritas pesantren dan disitu juga tentu mayoritas NU, sehingga mudah-mudahan bisa memperkuat orang selain tertarik ke Pak Mahfud, juga memilih PPP sebagai saluran aspirasi politik di parlemen,” harapnya.

Sementara mengenai potensi pasangan Ganjar-Mahfud di Jawa Barat menghadapi Pilpres 2024, Pepep mengaku pihaknya selalu aktif melakukan komunikasi dengan partai politik pendukung lainnya. Termasuk berbagi peran, guna mewujudkan kemenangan bagi pasangan tersebut di tahun depan. Mengingat pesaing mereka terbilang cukup mumpuni, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

“Situasi yang begitu cepat berkembang tentu menghasilkan dinamika luar biasa. Kami harus semakin kuat berpegangan tangan. Saling meyakinkan, merespon situasi agar tidak menjadi langkah kontraproduktif. Tentu kesolidan dan informasi kami lakukan, untuk memenangkan pasangan yang kami usung,” pungkasnya.*** (yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani