Dua Hotel di Cianjur Bangkrut

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur mengeluhkan kondisi lesunya industri perhotelan. Saking sepinya tingkat hunian, sejumlah hotel di kawasan Puncak-Cianjur terancam bangkrut.

Dua Hotel di Cianjur Bangkrut
ilustrasi/net

INILAH, Cianjur - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur mengeluhkan kondisi lesunya industri perhotelan. Saking sepinya tingkat hunian, sejumlah hotel di kawasan Puncak-Cianjur terancam bangkrut.

Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja mengatakan, sepanjang 2019 ini okupansi hotel di kawasan berhawa dingin itu tak kunjung membaik.

"Beberapa tahun terakhir ada dua hotel di wilayah Puncak gulung tikar karena tingginya biaya operasional," kata Nano Indrapraja dikutip Antara, Senin (30/12/2019).

Dia merinci, dua hotel yang terpaksa tutup itu yakni LTC Villa Lptus dan Surya Indah. Keduanya berada di wilayah utara Cianjur tepatnya di Kecamatan Cipanas. 

Nano mengaku, hotel itu tergolong masih minim fasilitas dan sarana prasarana penunjang sehingga kalah bersaing dengan hotel baru. Bahkan, pengelola lebih banyak memilih beroperasi pada akhir pekan saja.

Sepinya tingkat hunian itu diperparah kondisi kemacetan lalu lintas yang tak kunjung terurai. Imbasnya, pendatang diakuinya lebih memilih hotel di kawasan Bogor untuk menghabiskan libur akhir pekan.

Dia bersama para pelaku industri perhotelan lainnya menaruh harapan besar dengan wacana pembangunan Jalur Puncak II. Sebab, proyek tersebut ditengarai mampi menghidupkan kembali industri hotel di sana. 

"Kalau sudah ada jalur alternatif tentunya akan mendorong tingkat kunjungan yang tinggi ke kawasan Puncak-Cipanas karena terbukti menjelang akhir tahun tingkat hunian dari 1.200 kamar hotel yang ada terisi penuh," ucapnya. (Antara)


Editor : Doni Ramdhani