Dukung Maklumat DPRD Jabar, Dedi Mulyadi Realokasi Rp150 Miliar untuk Pemulihan Pasca Demonstrasi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendukung penuh maklumat yang disampaikan DPRD Jabar, merespon tuntutan aksi massa yang terjadi pada Jumat dan Sabtu pekan lalu.

Dukung Maklumat DPRD Jabar, Dedi Mulyadi Realokasi Rp150 Miliar untuk Pemulihan Pasca Demonstrasi
Dedi Mulyadi menegaskan, sekitar Rp150 miliar akan direlokasi dari APBD 2025 untuk memenuhi keinginan demonstran, salah satunya terkait asuransi bagi pekerja informal di Jabar. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendukung penuh maklumat yang disampaikan DPRD Jabar, merespon tuntutan aksi massa yang terjadi pada Jumat dan Sabtu pekan lalu.

Dedi mengatakan, apa yang menjadi kehendak masyarakat dan memiliki orientasi pada pembangunan yang berpihak pada publik harus didukung.

"Orientasi pada upaya membangun pemerintahan yang memiliki keberpihakan pada rakyat, dengan prinsip transparansi ya kita mendukung penuh. Kita mendukung penuh, spirit ini juga merupakan spirit dari masyarakat Jawa Barat," ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 1 September 2025.

Dia melanjutkan, sekitar Rp150 miliar akan direlokasi dari APBD 2025 untuk memenuhi keinginan demonstran, salah satunya terkait asuransi bagi pekerja informal di Jabar. 

"Realokasi anggaran kalau dari sisi nominal kan kebutuhan kita ini menurut saya sih di di hitungan sekitar Rp150 miliar ya, dengan komposisi-komposisi yang lain dan saya yakin itu bisa terpenuhi. Masih bisa (ditambah), nanti sudah minta Kepala Bappeda hari ini segera untuk mengoreksi," ucapnya.

"Itu untuk BPJS Ketenagakerjaan, asuransi ketenagakerjaan ini kan tinggal kita bayar yang tahun ini kan cuma empat bulan. September, Oktober, November, Desember. Jadi tidak terlalu besar. Sekitar 60 atau 70 (miliar) sudah cukup untuk untuk tahap pertama," imbuhnya.

Realokasi tersebut lanjut Dedi, juga termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak dan ganti rugi kendaraan akibat terdampak demonstrasi pada Jumat dan Sabtu lalu.

"Nah, kemudian yang berikutnya kan perbaikan infrastruktur tuh. Hampir pakai infrastruktur, penggantian motor rusak, mobil rusak, toko harus dibangun kembali, kemudian orang harus dijamin selama mereka nganggur," kata dia.

Lalu juga diperuntukkan guna menstimulus perekonomian masyarakat, supaya dari demonstrasi ini tidak terdampak pada keseharian publik.

"Kemudian saya juga nanti akan nyiapin stimulus-stimulus untuk agar masyarakat Jawa Barat tenang dan itu bukan hanya provinsi, Kabupaten Kota tadi pagi sudah sepakat untuk segera mendorong upaya-upaya melakukan recovery ekonomi," ujarnya.

Sebab kata dia, dari aksi ini dipastikan memberi dampak panjang terhadap perekonomian masyarakat.

"Jadi yang di pikiran saya itu, kalau politiknya mungkin dalam minggu ini sudah selesai. Tetapi ekonomi yang ditimbulkan itu akan panjang. Nah, kita ini bagaimana agar tidak panjang ekonominya, rakyat harus banyak kegiatan," ucapnya.

Sementara mengenai bangunan cagar budaya yang kini menjadi Wisma MPR, dimana telah hangus terbakar. Dedi memastikan bakal diperbaiki oleh Pemprov Jabar.

'Kita belum hitung ya, tapi ya kalau perbaikan gedung segala macam sih ya kalau 10 (miliaran) nyampai lah. Ya, kita perbaiki, kita bantu," tandasnya. (


Editor : Doni Ramdhani