Jurnalis Al Jazeera Ditembak Pasukan Israel, Cuitan 'Rest in Power' Menggema di Twitter
Jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh ditembak mati oleh pasukan Israel saat sedang meliput di Jenin, Tepi Barat pada Rabu 12 Mei 2022.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pasukan Israel telah menembak mati jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh saat sedang meliput di Jenin, Tepi Barat pada Rabu 11 Mei 2022.
Shireen dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan.
Saat kejadian, Shireen Abu Akleh menggunakan rompi pers dan berdiri bersama wartawan lainnya.
Baca Juga: Diduga Depresi, Sebelum Gantung Diri Kediaman Mulyadi Sudah Dikepung Polisi dan Warga
Sementara itu, wartawan Al Jazeera lainnya, Ali al-Samoudi juga terluka oleh peluru di punggungnya. Saat ini ia dalam kondisi stabil.
Kepala departemen kedokteran di Universitas al-Najah di Nablus membenarkan bahwa Shireen Abu Akleh ditembak di kepala.
Jenazah Abu Akleh dibawa keluar dari universitas berbalut bendera Palestina, setelah itu akan dibawa ke Rumah Sakit Istishari di Ramallah.
Pemakaman resmi akan diadakan untuknya pagi ini, Kamis 12 Mei 2022 di markas kepresidenan Palestina di Ramallah.
Baca Juga: Polisi Benarkan Mulyadi Pembunuh Wiwin Setiani di Padalarang Tewas Gantung Diri
Shireen Abu Akleh, yang berkewarganegaraan ganda Palestina-Amerika, adalah salah satu koresponden lapangan pertama Al Jazeera, yang bergabung dengan jaringan itu pada 1997.
Kematian Shireen Abu Akleh ini membuat dunia mengutuk keras Israel. Bahkan cuitan 'Rest in Power' yang mengiringi kematian Shireen menggema di Twitter.
"Rest in Power, Shireen. Terang pulangmu menuju surga. Terima kasih banyak!," tulis netizen @resusanto.
"REST IN POWER.
Sejak SMP ngikutin Aljazeera, beliau selalu hadir dalam reportase Palestina oleh Aljazeera. Sekarang beliau gugur oleh kebengisan Zionis," kata @syauqi_hafiz.***
Editor : inilahkoran


