EBT PLTS Messah Milik PLN Pukau Delegasi G20 saat Memanen Terik Surya
Di NTT, PLN mengajak para delegasi pertemuan Sherpa Meeting G20 mengunjungi PLTS Messah sebagai sumber penghasil EBT.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PLN mengajak para delegasi pertemuan Sherpa Meeting G20 mengunjungi Pulau Messah, NTT yang terdapat PLTS Messah sebagai sumber penghasil energi listrik berbasis EBT.
Kehadiran PLTS Messah sebagai pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) di pulau terpencil milik PLN itu menjadi wujud komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan PLTS Messah dengan kapasitas 530 kWp itu hadir melistriki 2.000 warga Pulau Messah sejak 2019. Ini merupakan bukti kehadiran negara dan PLN dalam memberikan akses energi berbasis EBT yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: PPDB 2022, Disdik Kota Bandung Sebut Ada Lima SD Minim Pendaftar
"Ini merupakan listrik pertama bagi masyarakat Messah setelah puluhan tahun mereka menetap tidak pernah merasakan listrik. PLN hadir memberikan akses listrik yang andal dan bersih," ujar Darmawan.
Darmawan juga menjelaskan sebelum ada listrik masyarakat bertahan hidup hanya dengan penerangan lampu teplok. Dahulu, memang kata Darmawan sempat ada pihak warga yang membeli genset dan kemudian digunakan secara komunal.
"Namun, setiap malam setiap masyarakat harus membayar Rp14 ribu hanya agar mendapatkan akses listrik," ujar Darmawan.
Dengan adanya PLTS Messah ini, masyarakat kini bisa menikmati listrik 24 jam. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu lagi merogoh kocek dalam untuk akses listrik. Karena, PLN memberlakukan tarif yang sama untuk semua pelanggan.
"Saat ini bisa dibilang, masyarakat hanya membutuhkan Rp20-50 ribu per bulan untuk mengisi token listrik mereka," ujar Darmawan.
Dengan hadirnya listrik di Pulau Messah ini masyarakat jadi bisa meningkatkan aktivitas, terutama aktivitas ekonomi mereka.
Mayoritas penduduk mata pencahariannya adalah nelayan. Setelah ada listrik, perekonomian Pulau Messah tumbuh dengan diversifikasi usaha lain seperti UMKM rumahan, toko klontong bahkan toko pulsa.
Baca Juga: Lahir dengan Kondisi Kembar Siam, Bayi Asal Cisarua Ini Nyaris Tak Tersentuh Pemda KBB
"Anak-anak sekolah juga mampu menikmati terang lampu dan bisa belajar dengan baik," ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan, dalam proses pembangunan PLTS Messah, PLN tetap mengapresiasi kearifan lokal. Di tengah hamparan PLTS hingga kini, terdapat sebuah pohon yang dipercaya oleh masyarakat setempat menjaga warga sejak nenek moyang terdahulu sehingga tidak boleh dipotong. Hal ini merupakan bentuk upaya PLN dalam menjaga adat dan budaya yang berlaku di pulau tersebut. (*)
Editor : inilahkoran


