El Nino “Godzilla” Mengancam Indonesia, Ini Dampak dan Prediksi Terbarunya
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian ekuator. Dalam kondisi tertentu, kekuatannya bisa sangat besar hingga disebut
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Fenomena iklim ekstrem kembali menjadi sorotan setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap potensi kemunculan El Nino kuat atau disebut “Godzilla”. Kondisi ini diprediksi akan berdampak besar terhadap musim kemarau di Indonesia.
Berikut fakta-fakta penting terkait fenomena tersebut:
Apa Itu El Nino “Godzilla”?
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian ekuator. Dalam kondisi tertentu, kekuatannya bisa sangat besar hingga disebut sebagai “Godzilla”.
Fenomena ini berpotensi memicu perubahan cuaca ekstrem, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.
Dampak Besar: kemarau Lebih Panjang dan Kering
BRIN menjelaskan bahwa El Nino kuat dapat menyebabkan:
- Musim kemarau lebih panjang
- Curah hujan menurun drastis
- Kondisi lebih kering dari biasanya
Akibatnya, risiko kekeringan hingga krisis air bersih bisa meningkat di sejumlah wilayah.
Diperparah IOD Positif
Selain El Nino, kondisi ini juga diperkuat oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Dampaknya:
- Awan dan hujan lebih banyak terkonsentrasi di Samudra Pasifik
- Wilayah Indonesia justru mengalami minim hujan
- Pendinginan suhu laut di sekitar Sumatra dan Jawa memperparah kekeringan
Kombinasi dua fenomena ini membuat curah hujan di Indonesia bisa berkurang secara signifikan.
Prediksi Terjadi Hingga Oktober 2026
BRIN memprediksi bahwa El Nino dan IOD positif akan terjadi bersamaan selama musim kemarau.
Periode yang perlu diwaspadai:
April hingga Oktober 2026
Selama rentang waktu tersebut, masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem.
Imbauan untuk Masyarakat
Menghadapi potensi El Nino kuat, masyarakat disarankan untuk:
- Menghemat penggunaan air
- Menjaga kesehatan di tengah cuaca panas
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar
- Bersiap menghadapi kemungkinan kekeringan
Editor : Firda Rachmawati

