Enam Perwira Dari Luar Negeri, Ikut Pendidikan di Sesko TNI
Sebanyak enam orang Perwira siswa (Pasis) dari enam negara sahabat mengikuti Pendidikan Reguler ke-52 di Sesko TNI, Jalan Turangga, Kota Bandung, Selasa 6 Februari 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak enam orang perwira siswa (Pasis) dari enam negara sahabat mengikuti pendidikan Reguler ke-52 di Sesko TNI, Jalan Turangga, Kota Bandung, Selasa 6 Februari 2024.
Mereka merupakan perwira dari negara Arab Saudi, Australia, Brunei Darussalam, India, Malaysia, dan Singapura.
"Kehadiran perwira Siswa dari Polri akan semakin memperkuat sinergitas dan soliditas TNI-Polri untuk mengawal pembangunan nasional di masa mendatang," ujar Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Bambang Ismawan, dalam sambutannya.
Dengan hadirnya enam siswa dari luar negeri ini, diharapkan memberikan manfaat berupa pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman kemiliteran serta pengenalan khasanah budaya bangsa Indonesia.
"Hal-hal tersebut dapat mempererat hubungan militer dan kerja sama antara Indonesia dan negara sahabat, sebagai upaya kita untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia," katanya.
Sesko TNI, kata dia, sebagai lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI, mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas perwira menengah TNI dan memegang peranan strategis dalam pembangunan kekuatan pertahanan di Indonesia.
"Oleh sebab itu, Sesko TNI harus terus bertransformasi agar dapat mengkaji dan mengembangkan doktrin serta strategi perang guna menghadapi perang multidimensional," ucapnya.
Salah satu upaya yang dilakukan, kata dia, adalah transformasi kurikulum pendidikan untuk menghasilkan komponen pendidikan yang berkualitas dan adaptif.
"Mulai tahun 2024 ini, Sesko TNI akan menerapkan perubahan kurikulum yang sudah diselaraskan dengan sistem pendidikan nasional dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau KKNI," ucapnya.
Kurikulum tersebut dikemas dalam suatu program studi Strategi Perang yang diharapkan juga sebagai jawaban terhadap ancaman perang di era Revolusi Industri 4.0. Sebagai wujud adaptasi terhadap kurikulum terbaru Dikreg TA 2024.
"Saya berharap civitas akademika Sesko TNI makin berinovasi dan berimprovisasi dalam menyampaikan materi dan ilmu pengetahuan," katanya. (Cesar Yudistira)
Editor : Ahmad Sayuti

