Erick Thohir Tegaskan Pentingnya Perawatan FIFA Arena: Langkah Strategis Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan di Indonesia
Dalam sebuah pernyataan yang penuh semangat dan komitmen terhadap kemajuan sepak bola nasional, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menekankan pentingnya perawatan jangka panjang terhadap fasilitas olahraga, khususnya dua lapangan mini berstandar internasional atau FIFA Arena yang baru saja diresmikan di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Dalam sebuah pernyataan yang penuh semangat dan komitmen terhadap kemajuan sepak bola nasional, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menekankan pentingnya perawatan jangka panjang terhadap fasilitas olahraga, khususnya dua lapangan mini berstandar internasional atau FIFA Arena yang baru saja diresmikan di Indonesia.
Lapangan ini merupakan bagian dari program global FIFA untuk membangun 1.000 lapangan di berbagai negara, dan Indonesia menjadi salah satu dari 11 negara penerima bantuan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Erick saat menghadiri peresmian FIFA Arena di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan keprihatinannya terhadap kebiasaan di Indonesia yang sering membangun infrastruktur olahraga namun kurang memperhatikan aspek pemeliharaannya.
“Kita sering bangun infrastruktur, tapi tidak dirawat. Sayang, karena ini lapangan berstandar FIFA,” ujar Erick Thohir dikutip dari ANTARA.
Ia menambahkan bahwa jika tidak dirawat dengan baik, dalam lima tahun ke depan fasilitas ini bisa mengalami kerusakan serius, sehingga sia-sia upaya dan investasi yang telah dilakukan.
“Kalau tidak dijaga, lima tahun lagi bisa rusak. Padahal FIFA akan membangun hingga seribu lapangan di dunia, kita harus tunjukkan keseriusan menjaga yang sudah ada,” lanjut Erick.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kelangsungan fasilitas ini, Erick menyebut bahwa PSSI akan mendorong pola pengelolaan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti klub sepak bola lokal, komunitas, pihak swasta, hingga pemerintah daerah.
Ia percaya bahwa pendekatan ini akan menciptakan Ekosistem sepak bola yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Pengelolaan akan diserahkan ke pihak-pihak yang bisa bertanggung jawab, baik klub, swasta, atau komunitas. Tujuannya agar fasilitas ini hidup dan terus dimanfaatkan,” tegas Erick.
Lebih dari sekadar tempat berolahraga, Erick melihat FIFA Arena sebagai ruang sosial penting di tengah masyarakat urban.
Ia menilai bahwa keberadaan lapangan ini dapat membantu membentuk karakter anak-anak muda yang lebih sportif dan disiplin, sekaligus menjadi media untuk mengembangkan potensi sepak bola sejak usia dini.
“Lapangan jadi ruang sosial. Anak-anak bisa tumbuh dengan karakter sportif, bukan keras kepala,” katanya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang PSSI bersama pemerintah dalam membangun fondasi kuat bagi pengembangan sepak bola nasional.
Dengan dimulainya peresmian dua lapangan di Ciputat dan Jakarta, harapan akan terbentuknya lebih banyak lapangan serupa di masa depan semakin besar.***
Editor : Zulfirman


