Erwan Tantang Kontraktor Jabar Naik Kelas, Integritas dan Kualitas Jadi Harga Mati
Kualitas pembangunan infrastruktur Jawa Barat dinilai sangat bergantung pada kapasitas dan integritas pelaku jasa konstruksi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - kualitas pembangunan infrastruktur Jawa Barat dinilai sangat bergantung pada kapasitas dan integritas pelaku jasa konstruksi. Sebab itu, organisasi profesi seperti GAPENSI dituntut tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya kontraktor, tetapi juga motor penggerak lahirnya pelaku usaha konstruksi yang profesional dan berdaya saing.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengatakan, sektor jasa konstruksi memiliki posisi vital karena menjadi tulang punggung pembangunan berbagai infrastruktur publik yang menopang aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.
“Pembangunan daerah yang kita dorong hari ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan pelaku usaha jasa konstruksi yang profesional, berdaya saing, dan berintegritas,” ujar Erwan kala membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) XIV BPD GAPENSI Jawa Barat di Hotel Aryaduta Bandung, Senin (15/6/2026).
Maka dari itu, peran GAPENSI saat ini jauh lebih besar dibanding sekadar organisasi profesi. Organisasi tersebut dinilainya merupakan bagian penting dari ekosistem pembangunan, yang ikut menentukan kualitas hasil pembangunan daerah.
Karena itu, MUSDA XIV harus menjadi titik awal penguatan organisasi sekaligus peningkatan kapasitas anggota agar mampu menjawab tantangan industri konstruksi yang semakin kompetitif.
Menurutnya, dunia konstruksi kini menghadapi tuntutan yang terus berkembang, mulai dari peningkatan mutu pekerjaan, efisiensi pelaksanaan proyek, keselamatan kerja, transparansi tata kelola, hingga adaptasi terhadap kemajuan teknologi.
“GAPENSI dituntut untuk terus bergerak dan berbenah agar memiliki daya saing yang kuat serta tetap menjunjung tinggi etika usaha,” ucapnya.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari kecepatan penyelesaian proyek semata. Yang lebih penting adalah kualitas, manfaat, dan keamanan hasil pembangunan bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap, GAPENSI mampu menjadi katalisator lahirnya pelaku jasa konstruksi yang unggul dan taat terhadap regulasi.
“Pembangunan yang baik bukan hanya yang cepat selesai, tetapi yang kokoh, bermanfaat, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.
Selain menyoroti kualitas konstruksi, Erwan juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci untuk memastikan setiap proyek pembangunan tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Erwan berharap, kepengurusan baru hasil MUSDA XIV mampu menyusun program kerja yang sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dengan kepemimpinan baru yang kuat, GAPENSI diharapkan semakin berperan dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Jawa Barat.
Menurutnya, hasil MUSDA bukan hanya menentukan arah GAPENSI lima tahun ke depan, tetapi juga akan berpengaruh terhadap penguatan sektor jasa konstruksi sebagai salah satu pilar pembangunan Jawa Barat. ***
Editor : JakaPermana

