Farhan Ungkap Status MinyaKita, 70 Persen Distribusi Bergantung Mekanisme Pasar
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, MinyaKita bukan merupakan minyak goreng bersubsidi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, Minyakita bukan merupakan minyak goreng bersubsidi. Hal itu merujuk pada penjelasan pemerintah pusat, yang menyebut sebagian besar distribusi Minyakita berjalan melalui mekanisme pasar.
Menurutnya, hanya sekitar 30 persen distribusi Minyakita yang dikendalikan oleh Bulog. Sementara itu, 70 persen sisanya didistribusikan melalui mekanisme pasar sehingga harga dan ketersediaannya dipengaruhi kondisi distribusi dan perdagangan yang berlaku.
"Seperti disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Minyakita bukan minyak bersubsidi. Hanya 30 persen yang distribusinya dikendalikan oleh Bulog. Tujuh puluh persennya adalah mekanisme pasar," kata Farhan, Senin (22/6/2026).
Meski demikian dituturkan dia, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui pengendalian inflasi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memastikan distribusi Minyakita yang disalurkan melalui Bulog berjalan optimal dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
"Maka Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam rangka mengendalikan inflasi, akan memastikan dan mengoptimalkan distribusi dari Bulog yang pasti mengikuti HET," ucapnya.
Selain mengawal distribusi Minyakita, pihaknya juga memastikan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional dapat diterima masyarakat yang berhak. Bantuan tersebut, menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Farhan menyebut, penerima bantuan di Kota Bandung diperkirakan mencapai sekitar 60.000 kepala keluarga. Mereka akan menerima bantuan berupa Minyakita dan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
"Dan memastikan bantuan langsung dari Badan Pangan Nasional itu, akan sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. Diperkirakan ada 60.000 kepala keluarga yang akan menerima hal itu di Kota Bandung. Minyakita, beras tapi berasnya beras SPHP," ujar dia.
Diketahui, harga Minyakita di Kota Bandung saat ini bervariasi, sekitar Rp15.700 per liter di mitra Bulog sesuai HET dan Rp19.000 - Rp21.500 per liter di pasar atau pengecer karena mengikuti harga pasar.***
Editor : JakaPermana

