FIC Minta Pemkab Cirebon Rilis Lokasi Rawan Bencana Secara Detail
Pemkab Cirebon diminta segera merilis dan mempublish lokasi lokasi mana saja yang berpotensi rawan bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Cirebon diminta segera merilis dan mempublish lokasi lokasi mana saja yang berpotensi rawan bencana.
Dengan adanya pemberitahuan titik rawan bencana, Ketua Forum Investasi Cirebon (FIC) Yoga Setiawan berharap investor yang masuk bisa lebih berhati- hati dan tidak merasa dirugian di kemudian hari. Demikian dikatakan
Dia menjelaskan, permintaan tersebut sangat mendasar karena mempunya kolerasi dengan perintah Gubernur Jabar yang menilai bencana hidrometeorologi tidak hanya terjadi di Bandung Raya, tetapi hampir merata di seluruh wilayah Jawa Barat. Potensi bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor dinilai semakin tinggi akibat tekanan pembangunan dan perubahan fungsi lahan.
"Kami juga berkepentingan mempunyai data, wilayah mana saja di Kabupaten Cirebon yang rawan bencana. Kami tidak mau investasi ke depan justru menempati lokasi yang salah," ungkap Yoga, Selasa 22 Desember 2025.
Namun ironisnya kata Yoga, selama ini tidak ada sama sekali keterlibatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon. Padahal harusnya mereka bisa memberikan rekomendasi penting, terkait kondisi satu wilayah apakah masuk kategori rawan bencana atau tidak.
"Dengan kondisi saat ini termasuk adanya patahan aktif sesar baribis, harusnya BPBD terlibat dalam kajian teknis. Rekomendasi mereka justru sangat penting dibanding dengan izin izin yang terkadang di ada adakan," jelas Yoga.
Menurut Yoga, selama ini investor terkadang tidak tahu dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dari investasi yang mereka tanamkan. Adanya rekomendasi banjir dari PUPR Misalnya ternyata dampaknya masih kurang dirasakan. Namun satu satunya OPD yang paham harusnya ada di BPBD karena dampak Lingkungan bukan persoalan sederhana.
"Harusnya Pemda segera melibatkan BPBD untuk kajian tekhis rawan bencana. Kami juga. Perlu investasi yang aman baik itu investasi perumahan maupun industri," ucapnya.
Yoga meminta Pemkab Cirebon khususnya BPBD untuk segera membuat peta lokasi lokasi mana saja yang mempunya potensi bencana sekaligus terlibat dalam rekomendasi kebencanaan. Dengan adanya peta tersebut, maka investor mempunyai gambaran dilokasi mana saja merekan berinvestasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, BPBD Kabupaten Cirebon meminta masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi alam saat ini. Beberapa bencana seperti banjir, banjir bandang, gempa dan tanah longsor merupakan pertanda alam yang sulit untuk diprediksi.
Untuk Kabupaten Cirebon sendiri, selain bencana banjir, waspada bahaya gempa juga salah faktor yang harus di waspadai. Pasalnya, ada lima kecamatan di Kabupaten Cirebon yang lokasinya masuk ke salam patahan aktif sesar baribis. Patahan patahan tersebut tidak terbantahkan karena merupakan hasil kajian dan penelitian dari pihak UNPAD.
BPB menyebutkan, ada lima lokasi kecamatan yang terlintasi patahan aktif sesar baribis. Kecamatan tersebut adalah Dukupuntang, Sumber, Karangwareng, Karangsembung dan Kecamatan Susukan Lebak.
Editor : Ahmad Sayuti

