Figur Baru Siap Berlaga Pada Pilkada 2024 Mulai Bermunculan, Mantan Kepala BKPSDM KBB Pakai Slogan Mesat

Sejumlah figur baru yang disebut-sebut bakal berlaga pada perhelatan Pilkada 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai bermunculan.

Figur Baru Siap Berlaga Pada Pilkada 2024 Mulai Bermunculan, Mantan Kepala BKPSDM KBB Pakai Slogan Mesat
Asep Ilyas

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah figur baru yang disebut-sebut bakal berlaga pada perhelatan Pilkada 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai bermunculan.

Hal itu diketahui dari maraknya media spanduk dan baliho yang terpasang di berbagai tempat di Bandung Barat, meski Pilkada baru akan dihelat tahun depan.

Sejumlah figur yang rencananya bakal berkontestasi pada Pilkada 2024, antara lain artis kontroversial Vicky Prasetyo, politisi PKS KBB, Dikdik Agus Triwiyono, dan Asep Ilyas yang merupakan pensiunan ASN Pemda KBB. 

Salah satu figur yang berencana bakal memperebutkan kursi nomor satu di KBB, Asep Ilyas mengaku, saat ini dirinya tengah dalam fase memperkenalkan pribadinya ke publik.

Menurutnya, hal itu bertujuan untuk menjajagi peluang untuk berkontestasi maju di Pilkada KBB tahun 2024.

"Niat saya memang untuk maju di Pilkada KBB, sekarang perkenalkan diri dulu untuk mengangkat popularitas agar dikenal dulu oleh masyarakat," kata Asep Ilyas yang belum lama pensiun sebagai mantan Kepala BKPSDM KBB, Jumat 28 Juli 2023.

Asep menjelaskan, langkah memperkenalkan diri tersebut dilakukan dengan memasang alat peraga spanduk yang sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.  

Mengusung slogan 'Mesat', Asep mengaku, dirinya mengambil istilah tersebut dari lagu Sunda Manuk Dadali karya penyiar terkenal Sambas Mangundikarta. 

Menurutnya, Manuk Dadali dianalogikan sebagai Burung Garuda yang terbang tinggi. 

"Filosofi mesat itu, ibaratnya terbang tinggi. Jadi ingin membawa KBB terbang tinggi, menjadi lebih baik lagi dalam berbagai aspek kehidupan," imbuhnya.

"Itu bisa tercapai jika semua kondusif dan setiap elemen bersatu menciptakan energi kolaborasi yang sama," ucapnya.

Tak hanya itu, sebut Asep, pihaknya juga telah membentuk relawan dari tingkat kecamatan, desa, RW, hingga RT. 

"Sejauh ini responsnya cukup positif meskipun masih harus disempurnakan lagi," sebutnya.

"Salah satunya membentuk mental relawan yang kuat, berkomitmen, dan tidak mudah goyah terhadap godaan politik pragmatis," terangnya.

Asep pun tak memungkiri, untuk maju di Pilkada perlu kendaraan politik. Oleh karena itu, dirinya sudah menjajagi komunikasi politik dengan sejumlah partai. 

"Karena syarat untuk bisa maju sebagai calon bupati di KBB minimal harus mendapatkan dukungan 12 kursi di parlemen," ujarnya.

Dengan begitu, sambung Asep, dirinya harus inten membangun komunikasi politik dan bersilaturahmi dengan partai pengusung ataupun pendukung nantinya. 

"Sudah ada empat partai yang saya jajaki untuk komunikasi secara inten. Nantinya pasti akan ada komitmen yang dibangun," paparnya.

Dalam beberapa bulan ke depan, lanjut Asep menuturkan, pihaknya juga bakal melakukan survei terkait popularitas dan elektabilitas yang sudah dibangunnya. 

Kemudian, bila presentasenya memenuhi syarat, maka dirinya akan semakin mantap untuk memenuhi panggilan jiwa maju di Pilkada KBB. 

"Sebagai putra daerah, tentunya saya merasa terpanggil untuk bisa maju di Pilkada KBB jika persyaratan terpenuhi. Yakni membawa KBB maju dan lebih baik lagi," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti