INILAHKORAN- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Djuanda (Unida) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop dengan tema 'Pendampingan Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Sekolah Dasar Berorientasi Pelajar Pancasila' Gedung Sekretariat PGRI Caringin, Kabupaten Bogor pada Selasa (21/12/2021) sore.
Diketahui kegiatan ini melibatkan 37 peserta yang merupakan perwakilan guru-guru dari 35 sekolah dasar yang ada di Kecamatan Caringin. Pada kesempatan ini, workshop dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah. Acara juga dihadiri Ketua Koryandik wilayah Caringin Hj. Euis Rohayati, Ketua K3S H. Sudaryat dan dihadiri pula oleh Ketua PGRI Caringin Engkus Sutisna.
Kadisdik Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan siap berkomitmen untuk bekerjasama bersama Universitas Djuanda Bogor untuk melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian serupa di wilayah-wilayah lain di Kabupaten Bogor.
"Ini bukan menjadi yang satu-satunya, tetapi nanti diwilayah lain akan ada kegiatan pengabdian juga," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (23/12/2021) siang.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia, Hj. R. Siti Pupu Fauziah yang menegaskan, kepada para peserta, bahwa guru harus mengetahui dan memahami konsep dari profil pelajar pancasila yang merupakan penyederhanaan dari konsep Pendidikan Karakter dengan 18 indikator sikap yang telah dirilis sebelumnya.
"Untuk itu, profil pelajar pancasila memiliki enam indikator yaitu beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Itu semua tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024," ungkap Pupu dalam keterangan tertulis pada Kamis (23/12/2021).
Terpisah, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unida, Zahra Khusnul Lathifah memaparkan, bahwa dalam rangka mewujudkan profil pelajar pancasila, guru perlu melakukan upaya-upaya pengelolaan kelas dari mulai perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan evaluasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan enam nilai karakter yang menjadi indikator terbentuknya profil Pelajar Pancasila.
"Salah satu cara yang bisa dilakukan guru di era sekarang adalah menjadi guru penggerak, yaitu guru yang menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid (student center learning)," tuturnya.
Ia menilai, kegiatan ini berdampak cukup signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru tentang penguatan pendidikan karakter berorientasi profil pelajar pancasila di sekolah. Hal ini dibuktikan dari hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta workshop. Begitu juga dengan antusiasme peserta kegiatan yang terlihat tetap bersemangat dan giat berdiskusi hingga kegiatan berakhir.
"Kegiatan ini merupakan bentuk hilirisasi dari kegiatan penelitian unggulan di Prodi Manajemen Pendidikan Islam FKIP Universitas Djuanda dan tindak lanjut dari Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Peneltian dan Purwarupa PTS, Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi," tambahnya.
Zahra membeberkan, untuk itu ucapan terima kasih disampaikan kepada Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, atas bantuan pendanaan yang diberikan demi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kolaborasi dan sinergi yang positif akan berlanjut kepada skema pengabdian masyarakat lainnya demi terwujudnya masyarakat desa yang unggul dan mandiri.***